TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai pesimis target investasi tahun 2025 bisa dicapai. Hingga memasuki bulan Desember, capaian yang diharapkan masih jauh dari target yang ditetapkan.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan Iklim, Promosi, dan Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP PPU, Sophian Rasyid, mengakui target investasi tahun ini terasa cukup berat.
“Ini sudah Desember, rasanya berat. Triwulan tiga masih posisi 33 persen. Berbeda lalu target Rp2,5 triliun bisa tembus sampai Rp3,7 triliun. Kalau tahun ini, sepertinya susah,” ujar Sophian, Minggu (21/12/2025).
Untuk 2025, investasi di PPU ditargetkan mencapai Rp4,5 triliun. Angka tersebut melonjak sekitar 80 persen dibanding target sebelumnya yang berada di kisaran Rp2,5 triliun.
“Kalau realistis, mungkin kita bisa di atas 50 persenan. Nanti kita lihat setelah rilis resmi,” katanya.
Sophian menjelaskan, angka pasti realisasi investasi baru bisa diketahui setelah Kementerian Investasi merilis data yang kemudian diteruskan ke daerah. Proses pelaporan sendiri masih berjalan hingga awal 2026.
“Januari 2026 itu masih tahap pelaporan dari pelaku usaha. Harapannya banyak yang segera menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” ucapnya.
Saat ini, DPMPTSP PPU telah mengirimkan surat peringatan pertama (SP1) kepada 81 perusahaan yang wajib LKPM.
“Surat itu sebagai pengingat. Kalau mereka sudah lapor, otomatis suratnya gugur,” jelasnya.
Ia berharap seluruh perusahaan patuh melaporkan kegiatan investasinya agar realisasi investasi 2025 bisa bertambah. Karena dari laporan itulah, pemerintah daerah juga bisa melihat penyerapan tenaga kerja, kemitraan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Perusahaan besar wajib lapor minimal tiga bulan sekali. Dari situ kelihatan realisasi investasinya, itu yang paling penting untuk dorong target,” katanya.
(TN01)












