SamarindaTitiknolKaltim

Batik dan Souvenir Khas Kaltim Mencari Wajah Baru, Menyulam Identitas Benua Etam

134
×

Batik dan Souvenir Khas Kaltim Mencari Wajah Baru, Menyulam Identitas Benua Etam

Sebarkan artikel ini
BATIK KHAS KALTIM - Guratan motif etnik dan desain-desain kreatif memenuhi ruangan, menandai puncak dari pencarian jati diri visual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan buah tangan khas Kalimantan Timur, Selasa Ruang Ruhui Rahayu di Kantor Gubernur Kaltim tampak berbeda, Selasa 23 Desember 2025. Dengan berakhirnya sayembara ini, Kalimantan Timur bersiap menyambut wajah baru yang lebih segar, namun tetap berakar kuat pada kearifan lokal yang melegenda. (HO/Pemprov Kaltim)

Pernah bayangkan bagaimana rupa seragam batik ASN Kalimantan Timur di masa depan? Intip proses pemilihan desain finalisnya yang sengaja dibuka untuk umum demi transparansi dan kebanggaan bersama

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pagi itu, Ruang Ruhui Rahayu di Kantor Gubernur Kaltim tampak berbeda, Selasa 23 Desember 2025. 

Guratan motif etnik dan desain-desain kreatif memenuhi ruangan, menandai puncak dari pencarian jati diri visual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan buah tangan khas Kalimantan Timur.

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM bersama Dekranasda resmi menggelar Grand Final Sayembara Desain Seragam Batik ASN dan Souvenir Khas Kalimantan Timur. 

Acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya “Benua Etam” untuk naik kelas dalam memperkenalkan kekayaan budayanya ke kancah yang lebih luas.

Transparansi di Balik Guratan Motif

Ada yang menarik dalam penjurian kali ini. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Juri, sengaja membuka pintu lebar-lebar bagi publik untuk menyaksikan langsung proses finalisasi ini.

Pemprov Kaltim ingin masyarakat maupun ASN tahu bagaimana proses lahirnya desain yang akan mereka kenakan nanti. Itulah mengapa grand final ini dibuka untuk umum.

“Agar semua bisa menyaksikan langsung karya-karya luar biasa dari para finalis,” ujar Sri Wahyuni dengan penuh apresiasi.

Sejak pendaftaran dibuka pada November lalu, para peserta telah melalui seleksi ketat hingga menyisakan enam finalis terbaik untuk kategori batik dan enam finalis untuk kategori souvenir.

Bukan Sekadar Seremoni

Bagi Pemprov Kalimantan Timur, sayembara ini memiliki misi yang lebih besar dari sekadar estetika.

Sekdaprov Sri Wahyuni menegaskan bahwa kegiatan ini adalah panggung bagi UMKM lokal untuk membuktikan bahwa karya daerah mampu bersaing secara profesional dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga:   Kaltim Bidik 3.000 Hektare Sawah Baru Tahun 2026, Melawan Tantangan Lahan dan Irigasi

Enam desain souvenir yang masuk ke babak final diproyeksikan menjadi merchandise resmi pemerintah.

Ke depannya, setiap tamu negara atau mitra kerja yang berkunjung ke Kalimantan Timur akan membawa pulang buah tangan yang memiliki cerita dan identitas kuat.

“Jadi, saat kita memberikan kenang-kenangan kepada tamu, kita bisa dengan bangga menyampaikan bahwa ini adalah hasil karya anak bangsa melalui sayembara desain yang mencerminkan cita rasa lokal Kaltim,” jelasnya.

Dengan berakhirnya sayembara ini, Kalimantan Timur bersiap menyambut wajah baru yang lebih segar, namun tetap berakar kuat pada kearifan lokal yang melegenda. 

(*)