SamarindaTitiknolKaltim

Dishub Kaltim Pantau Kelayakan Kapal Rute Samarinda-Mahulu untuk Mudik Nataru 2026

52
×

Dishub Kaltim Pantau Kelayakan Kapal Rute Samarinda-Mahulu untuk Mudik Nataru 2026

Sebarkan artikel ini
MUDIK NATARU 2026 - Ilustrasi pelajar pergi dan pulang ke sekolah andalkan transportasi air, susuri perairan sungai. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur memperketat pengawasan terhadap armada kapal yang melayani rute menyusuri Sungai Mahakam rute ke Kutai Barat dan Mahakam Ulu. (Meta Ai)

Mau Mudik Lewat Sungai Mahakam? Cek Dulu Keamanan Kapal Anda!” Menjelang puncak libur Nataru, Dishub Kaltim melakukan sidak besar-besaran di Dermaga Sungai Kunjang dan Pasar Pagi. Jangan sampai perjalanan Anda terhambat karena kapal tak layak. Simak poin-poin yang diperiksa petugas di sini

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur memperketat pengawasan terhadap armada kapal yang melayani rute menyusuri Sungai Mahakam.

Langkah ini diambil guna menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Fokus pengawasan mencakup rute pelayaran rakyat dari Samarinda menuju Kabupaten Kutai Barat (Kubar) hingga Mahakam Ulu (Mahulu), maupun arah sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando, mengungkapkan bahwa tren jumlah penumpang selalu mengalami peningkatan signifikan setiap akhir tahun.

“Setiap tahun memang terjadi lonjakan arus penumpang melalui jalur sungai untuk merayakan momen Nataru,” ujar Yusliando, yang baru saja resmi menjabat sebagai Kadishub Kaltim sejak Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, sesuai kewenangannya, layanan pelayaran rakyat ini mencakup rute strategis mulai dari Samarinda – Melak, Samarinda – Long Bagun, hingga wilayah terjauh di Long Apari.

Inilah Hasil Ramp Check

Sebagai langkah preventif, Dishub Kaltim telah melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan menyeluruh terhadap kapal-kapal yang bersandar di Dermaga Mahakam Ulu (Sungai Kunjang) maupun Mahakam Ilir (Pasar Pagi).

Pemeriksaan tersebut meliputi berbagai aspek teknis dan keselamatan, di antaranya:

  • Kondisi Mesin: Memastikan performa mesin prima untuk perjalanan jauh.
  • Struktur Kapal: Memeriksa ketahanan fisik badan kapal.
  • Alat Keselamatan: Mengecek ketersediaan dan kelayakan life jacket (baju pelampung).

“Kapal yang dinyatakan memenuhi syarat akan kami tempelkan stiker laik berlayar. Sebaliknya, armada yang memiliki kekurangan wajib segera melakukan perbaikan sebelum diizinkan beroperasi kembali,” tegasnya.

Baca Juga:   Marbun Sepakat Bentuk Tim untuk Mendata Pekerja di IKN untuk Pemilu 2024

Edukasi soal Kapasitas Muatan

Meski sebagian besar armada dinyatakan siap, Yusliando mengakui masih menemukan beberapa catatan di lapangan.

Masalah yang paling sering ditemukan adalah kelalaian penyediaan pelampung serta kelebihan muatan barang.

Menyikapi hal tersebut, Dishub Kaltim tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga mendistribusikan life jacket baru kepada para pengusaha kapal untuk mengganti alat keselamatan yang telah rusak.

“Kami terus memberikan edukasi dan melakukan pengawasan ketat, terutama soal volume barang yang berlebih, agar layanan kapal penumpang tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya.

(*)