MahuluTitiknolKaltim

‎4 Fakta Bandara Ujoh Bilang Mahakam Ulu, Progres Pembangunan Capai 89 Persen

21
×

‎4 Fakta Bandara Ujoh Bilang Mahakam Ulu, Progres Pembangunan Capai 89 Persen

Sebarkan artikel ini
Potret pembangunan Bandara Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu yang telah mencapai sekitar 89 persen, Rabu (7/1/2026). (Foto: HO/FB @Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, MAHAKAM ULU – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa progres pembangunan Bandara Ujoh Bilang telah mencapai sekitar 89 persen.

‎Pembangunan bandara ini ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026 dan siap diresmikan pada awal Februari mendatang.

‎“Pembangunan bandara ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah perbatasan,” ujar Gubernur yang akrab disapa Harum itu, Rabu (7/1/2026)

‎Ia menambahkan, Bandara Ujoh Bilang diharapkan menjadi akses utama untuk mendukung pengembangan potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata, perekonomian, hingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Mahakam Ulu.

‎Untuk mendukung proyek strategis ini, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp43 miliar pada tahun 2025.

‎Berikut ada ada 4 fakta dari Bandara Ujoh Bilang, Mahakam Ulu dilansir dari berbagai sumber:

‎1. Lahan Bandara Ujoh Bilang Butuh Ratusan Hektar

‎Secara hitung-hitungan, Bandara Ujoh Bilang ini akan membutuhkan luasan tanah sekitar ratusan hektar.

‎Kepala Bidang Perhubungan Udara dari Dinas Perhubungan Mahulu yang saat itu dijabat Ferry A. Marpaung menyatakan, penggunaan untuk bandara Ujoh Bilang ini mengacu pada masterplan penerbangan, butuh luas sisi udara dan luas sisi darat sekitar lahan 250,5 hektare.

‎Langkahnya, tahapan awal pada tahun anggaran 2019 seluas 90 hektare dan akan ditindaklanjuti pada tahap kedua pada 2020 seluas 160,5 hektar.

‎2. Keberadaan Bandara Ujoh Bilang Bisa Dipakai Pesawat ATR

‎Dinas Perhubungan Mahulu menargetkan, apabila seluruh tahapan berjalan secara baik, maka pada tahap I, proses pembangunan bandara akan dimulai Tahun Anggaran 2021-2030.

‎Dia menyatakan, landasan pacu klasifikasi 3C panjang 1600 meter dengan lebar 30 meter.

‎Hal ini bisa menggunakan pesawat terbesar ATR 72-500/600 dengan kapasitas penumpang 70-72 Orang.

‎”Bandara ini juga disebut sebagai bandara penumpan, yang disesuaikan dengan jenis bandara yang akan dibangun,” ujarnya.

‎3. Memudahkan Mobilisasi Ruang Gerak Mahakam Ulu

‎Menurut Dinas Perhubungan Mahakam Ulu, keberadaan bandara Ujoh Bilang ini tentunya akan memberi dampak manfaat yang positif, terutama dalam hal mobilisasi warga masyarakat yang dari Mahakam Ulu atau luar dari Mahakam Ulu.

‎Berkat ada pesawat terbang tembus ke Mahakam Ulu maka bisa mendapat efisensi waktu, memangkas perjalanan yang tidak harus susuri sungai atau jalur darat yang berat.

‎4. Keberadaan Bandara Ujoh Bilang Berada di Beranda Negara RI

‎Kabupaten Mahakam Ulu sendiri itu berdekatan dengan negara tetangga Asia Tenggara, Malaysia.

‎Artinya Mahakam Ulu sebagai tata letak lokasi strategis nasional, butuh perhatian penuh demi menciptakan asa Mahakam Mahulu yang lebih baik lagi.

‎”Kita ini Mahakam Ulu beranda negara Republik Indonesia, kawasan yang berbatasan langsung dekat sama Malaysia,” tegasnya.

‎Di tempat terpisah, Bupati Mahakam Ulu, yang kala itu dijabat Bonifasius Belawan Geh pun mendukung penuh, berharap bandara Ujoh Bilang bisa benar-benar direalisasi, harus segera diwujudkan sesuai target.

‎“Tahap awal, kami berharap bisa menyelesaikan landasan sepanjang 1.600 meter,” ujarnya. (*/)