PenajamTitiknolKaltim

Lesehan di Tengah Hutan, Kado Ulang Tahun Penuh Lumpur dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

16
×

Lesehan di Tengah Hutan, Kado Ulang Tahun Penuh Lumpur dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

Sebarkan artikel ini
HUT 69 KALTIM - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, Kamis 8 Januari 2026. Bukan di gedung mewah dengan setelan jas rapi, Gubernur Rudy Mas'ud justru merayakannya di bawah rimbunnya pohon hutan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Bukan pesta mewah, Gubernur Kaltim justru rayakan ulang tahun provinsi dengan terjebak 17 jam di jalur lumpur tanpa sinyal. Sebuah ‘kado pahit’ yang menjadi pemacu semangat untuk memerdekakan akses jalan di Bumi Etam

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

Bukan di gedung mewah dengan setelan jas rapi, Gubernur Rudy Mas’ud justru merayakannya di bawah rimbunnya pohon hutan Penajam Paser Utara (PPU).

Saat itu hanya beralaskan terpal, dan mengenakan sepatu bot kuning yang penuh lumuran lumpur.

Perjalanan yang mulanya diniatkan untuk meninjau jalur alternatif menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis 8 Januari 2026, berubah menjadi ujian fisik dan mental bagi rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Sebuah pengalaman yang berbeda dilakukan jajaran Gubernur Kalimantan Timur periode Rudy Mas’ud-Seno Aji.

Ganasnya Jalur Bongan–Sotek

Misi kali ini adalah menaklukkan ruas jalan Bongan (Kutai Barat) menuju Sotek (PPU). Jalur sepanjang 105 km ini merupakan urat nadi strategis yang diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh hingga 80 persen menuju IKN.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.

Medan tanah yang basah berubah menjadi “bubur lumpur” yang mengisap roda-roda kendaraan rombongan.

Video yang beredar memperlihatkan mobil-mobil dinas yang kotor tak keruan, bahkan beberapa di antaranya mengalami kerusakan pada bagian bumper akibat benturan medan yang ekstrem.

Rombongan pun terisolasi. Selama 14 hingga 17 jam, mereka terjebak tanpa sinyal internet dan dengan logistik yang sangat terbatas.

Perjalanan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita baru benar-benar berakhir saat fajar hampir menyapa, sekitar pukul 02.00 dini hari.

Baca Juga:   Kebakaran di Berbas Tengah Diduga Akibat Korsleting Mesin Cuci, Warga Panik dan Saling Bantu Padamkan Api

Refleksi di Tengah Kesunyian

Di tengah kegelapan hutan dan deru alat berat excavator yang mencoba mengevakuasi mobil yang amblas, Rudy Mas’ud tampak duduk termenung di atas terpal.

Mengenakan kaos putih dan rompi hitam, ia merefleksikan apa yang baru saja dialaminya sebagai potret keseharian warga Kaltim.

“Kalau kita saja sulit, bagaimana masyarakat kita,” gumam Rudy pelan, menyuarakan keprihatinannya terhadap akses jalan yang rusak parah.

Baginya, momen terjebak di hutan ini adalah cermin nyata tantangan infrastruktur di Bumi Etam.

“Terjal dan berliku,” tulisnya dalam unggahan emosional di media sosial resminya.

Doa untuk Kaltim Emas

Meski sedang dalam kondisi darurat di kilometer 84, semangat merayakan hari jadi provinsi tidak luntur.

Dengan suasana sederhana, jauh dari hiruk-pikuk seremoni formal, Gubernur Rudy Mas’ud bersama jajaran Pemprov Kaltim tetap mengirimkan doa dan ucapan selamat ulang tahun untuk seluruh masyarakat.

“Selamat ulang tahun Pemprov Kaltim. Melangkah pasti, membangun masa depan. Sukses jaya menuju Kaltim Emas, Indonesia Emas 2045,” ucapnya dengan nada optimis di tengah kepungan hutan.

Peristiwa ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah.

Proyek besar ini dijadwalkan masuk tahap perencanaan pada 2026 dan mulai dikerjakan pada 2027 melalui kolaborasi dengan Kementerian PUPR dan Otorita IKN. 

Bagi Rudy Mas’ud, jalur ini bukan sekadar angka di atas peta, melainkan janji kesejahteraan yang harus segera dituntaskan. 

(*)