Nasional

Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kilang Terbesar RI Berkapasitas 360 Ribu Barel per Hari

49
×

Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kilang Terbesar RI Berkapasitas 360 Ribu Barel per Hari

Sebarkan artikel ini
KILANG MINYAK - Presiden Prabowo Subianto saat melakukan Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi kilang terbesar di Indonesia dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari.

‎Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peresmian kilang minyak di Indonesia terakhir kali dilakukan 32 tahun lalu.

Oleh karena itu, RDMP Balikpapan dinilai memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

‎“Ini cukup bersejarah. Saya menyambut dengan bahagia dan merasa sangat bangga atas apa yang kita hasilkan hari ini. Terima kasih kepada seluruh unsur dan jajaran yang telah bekerja keras hingga kita mencapai titik ini,” ujar Prabowo.

‎Presiden juga menegaskan peran strategis PT Pertamina sebagai perusahaan energi nasional.

Ia meminta Pertamina terus meningkatkan kinerja agar menjadi perusahaan yang efisien dan berdaya saing global.

‎“Selamat dan terima kasih Pertamina dan Kementerian ESDM. Lanjutkan pekerjaan ini. Pertamina harus menjadi national champion, agen perubahan, agen pembangunan, dan agen modernisasi,” tegasnya.

‎Dengan mengucapkan basmalah, Presiden Prabowo secara resmi meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan sebagai tonggak penting kemandirian energi nasional.

‎Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan RDMP Balikpapan merupakan kilang terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp123 triliun.

Proyek ini meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari dengan standar Euro V serta mendukung target Net Zero Emission (NZE).

‎Menurut Bahlil, kehadiran RDMP Balikpapan mampu menghemat devisa negara lebih dari Rp60 triliun per tahun karena menekan impor bahan bakar minyak, khususnya solar.

‎“Ke depan tidak ada lagi impor solar. Dengan kebutuhan solar nasional 3,8 juta kiloliter dan dukungan B40-B50, impor bisa tertutup bahkan surplus. Semester kedua saya minta Pertamina bangun lagi supaya tidak impor sama sekali,” ungkap Bahlil.

‎Selain solar, RDMP Balikpapan juga meningkatkan produksi BBM berkualitas tinggi seperti RON 92, RON 95, dan RON 98.

Baca Juga:   INILAH Daftar 6 Bantuan yang Akan Digelontorkan Presiden Prabowo 5 Juni

Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan mendorong badan usaha swasta menyerap produk dalam negeri melalui Pertamina.

‎Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan RDMP Balikpapan merupakan proyek terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Proyek ini diawali dengan pipa Senipah sepanjang 78 kilometer dan didukung teknologi Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang mampu mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi.

‎RDMP Balikpapan juga terintegrasi dengan Terminal Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter untuk distribusi ke Indonesia Timur serta dilengkapi empat dermaga.

“Ini menjadi tonggak sejarah bangsa dalam meningkatkan kemandirian energi. Kita menunjukkan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri menuju swasembada energi,” tegas Simon.

‎Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan penuh terhadap proyek strategis ini.

“Ini adalah wujud nyata peran Pertamina, wujud Merah Putih, ketulusan, dan kemampuan seluruh Perwira Pertamina dalam melayani bangsa sepenuh hati,” tutupnya. (*/)