TITIKNOL.ID – Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melakukan reformasi di seluruh lembaga pemerintahan.
Menurut Dofiri, langkah reformasi tersebut akan diawali dari institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami diminta menjaring masukan masyarakat seluas-luasnya. Presiden menilai semua lembaga perlu direformasi,” ujarnya di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap pembenahan institusi negara, khususnya lembaga penegak hukum.
Karena itu, Polri dipilih menjadi titik awal reformasi untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Dofiri menyebut reformasi yang disiapkan tidak hanya menyangkut posisi kelembagaan, tetapi juga menyentuh isu-isu strategis di internal Polri.
Aspek kultur organisasi dinilai perlu dibenahi agar anggota Polri semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap masyarakat.
Selain itu, pembaruan juga diarahkan pada sistem rekrutmen, pola karier, hingga pengawasan berbasis digital guna mencegah penyimpangan.
“Reformasi Polri harus dilihat secara utuh. Yang paling besar justru ada di internal terkait tata kelola,” tegasnya. (*/)
Presiden Prabowo Ingin Reformasi Total Lembaga Negara, Polri Jadi Titik Awal












