Kepulangan Presiden Prabowo dari tanah Nusantara mungkin menandai berakhirnya kunjungan dua hari, namun bagi masyarakat Kalimantan Timur, ini justru menjadi titik awal dari babak baru optimisme pembangunan
TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Di bawah langit cerah Ibu Kota Nusantara (IKN), Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bersama Wakil Gubernur Seno Aji, resmi melepas kepulangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Bandara Internasional Nusantara, Selasa (13/1/2026).
Momen pelepasan ini menjadi penutup dari rangkaian kunjungan kerja yang penuh makna di Bumi Etam.
Turut mendampingi di landasan pacu, Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, serta jajaran pimpinan daerah lainnya.
Sesaat sebelum Presiden menaiki tangga pesawat kepresidenan, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut.
“Selamat jalan, Pak Presiden. Terima kasih atas kunjungan Bapak ke Kalimantan Timur. Kami bersyukur seluruh rangkaian agenda Presiden selama dua hari ini berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud dengan penuh rasa syukur.

Kunjungan Perdana yang Bersejarah
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyoroti bahwa kehadiran Presiden Prabowo kali ini memiliki nilai historis yang tinggi. Ini merupakan kunjungan resmi pertamanya ke Kalimantan Timur dan IKN sejak dilantik pada Oktober 2024 lalu.
“Kunjungan ini membawa semangat dan optimisme baru. Kehadiran beliau bukan sekadar peninjauan fisik, melainkan penegasan komitmen terhadap masa depan daerah ini,” ungkap Seno Aji.
Lebih dari sekadar seremoni, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menaruh harapan besar agar kunjungan ini menjadi katalisator percepatan pembangunan IKN Nusantara.
Sebagai daerah penyangga utama, Kalimantan Timur sangat berkepentingan terhadap progres ibu kota baru yang diharapkan memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal.
“Kami berharap Presiden dapat terus memberikan perhatian khusus dan kembali berkunjung ke sini,” beber Seno Aji.
“Percepatan IKN adalah kunci bagi kemajuan Kalimantan Timur yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Seno Aji.
(*)












