TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi meluncurkan Mal Pelayanan Publik Digital (MPPD) sebagai langkah percepatan layanan publik berbasis teknologi.
Peluncuran itu dilakukan sembari menunggu rencana pembangunan gedung fisik MPP yang rencanakan pada 2026 ini.
Sebelumnya, PPU menjadi satu-satunya daerah yang belum memiliki gedung khusus Mal Pelayanan Publik.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan MPP digital diluncurkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan publik di era modern yang serba cepat dan efisien.
“Hari ini kita launching mal pelayanan publik digital. Ini sudah zamannya teknologi, jadi pelayanan publik harus dimaksimalkan,” ujar Mudyat usai peresmian, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, melalui MPP digital masyarakat dapat mengakses berbagai layanan perizinan dan permohonan secara daring, tanpa harus datang dan mengantre di kantor pelayanan.
Tak hanya itu, MPPD juga menyediakan fitur pemantauan CCTV di sejumlah ruang publik yang dapat diakses masyarakat.
“Kita harapkan masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama. Semua layanan terintegrasi dalam satu pintu dan sudah didigitalisasi,” kata Mudyat.
Untuk layanan tatap muka, lanjut dia, pemerintah masih mengandalkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Pemkab PPU juga tengah menyiapkan kantor dinas khusus untuk menunjang pelayanan offline tersebut.
“Karena ada beberapa kantor dinas yang pindah, nanti kita siapkan agar bisa ditempati PTSP supaya layanan offline lebih maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, MPPD sendiri menempatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai ujung tombak pengembangan sistem digital pelayanan publik.
Saat ini layanan MPP sepenuhnya berbasis digital melalui platform website resmi.
“Standar pelayanan terpadu satu pintu kami hadirkan lewat platform digital yang mudah diakses masyarakat,” kata Plt Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Arman Widodo.
Menurutnya, gerai layanan konvensional belum tersedia karena konsep MPPD saat ini mengedepankan akses daring yang bisa digunakan kapan saja dan di mana saja.
“Untuk sementara gerai offline belum ada. Kami menyediakan link layanan, termasuk akses CCTV, yang bisa diakses langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Meski begitu, pembangunan gedung fisik MPP tetap memungkinkan dilakukan ke depan. Pemerintah menilai yang terpenting saat ini adalah layanan terpadu satu pintu sudah tersedia dan dapat berjalan optimal.
(TN01)












