TitiknolOpini

Flora Penjaga Kota Tergilas Sampah Balikpapan

124
×

Flora Penjaga Kota Tergilas Sampah Balikpapan

Sebarkan artikel ini
GALA PUNCAK EVAKUASI - Tanaman-tanaman yang terdesak sampah di TPST Jalan Soekarno-Hatta KM 7, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa 8 Januari 2026. Kini flora ini dievakuasi, diberi tempat yang sesuai di The Gala Puncak RT25 Perum Pesona Bukit Batuah, Kel Graha Indah, Balikpapan Utara.  

Oleh: Budi Susilo, pegiat The Gala Puncak Balikpapan

Pagi itu, 8 Januari 2026, cuaca di Jalan Soekarno-Hatta KM 7, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur terasa redup lantaran mendung. 

Di sudut Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), sebuah ironi visual tersaji, rimbun hijau yang seharusnya menjadi penyejuk mata, justru tampak sekarat di bawah kuasa limbah.

Beberapa helai daun tanaman hias terlihat menyembul pasrah, seolah sedang melakukan upaya terakhir untuk sekadar menghirup karbondioksida serta melepas oksigen.

Tubuh mereka hampir seluruhnya tenggelam oleh ‘invasi’ plastik, kertas, sisa makanan, yang tumpah ruah melampaui batas bak penampungan.

Kondisi cemaran sampah di dekat bak penampungan sampah Km 7, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Graha Indah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Sampah merambah ke area terbuka hijau, merusak tanaman-tanaman hias.

Eksistensi flora yang semula ditanam untuk mempercantik wajah kota, kini justru terancam oleh perilaku abai yang membiarkan sampah tercecer tanpa arah.

Sebenarnya, kehadiran tanaman di sana adalah sebuah pesan bisu.

Ia adalah kode agar area tersebut tetap dipandang sebagai ruang terbuka hijau yang asri, bukan sekadar muara pembuangan.

Namun sayang, bahasa alam seringkali gagal diterjemahkan oleh manusia, sampah tetap saja beredar bebas, merusak harmoni yang coba dibangun.

Kondisi cemaran sampah di dekat bak penampungan sampah Km 7, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Graha Indah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Sampah merambah ke area terbuka hijau, merusak tanaman-tanaman hias.

Menjemput Kehidupan Baru

Melihat pemandangan yang memilukan tersebut, langkah taktis segera diambil. Tidak ada waktu untuk sekadar mengeluh.

Tanaman-tanaman yang nyaris terkubur hidup-hidup itu segera dievakuasi.

Akar-akar mereka dicabut dengan hati-hati, membebaskan mereka dari jeratan limbah non-organik yang menyesakkan.

Baca Juga:   Walau Kalah dari Jepang, Timnas Indonesia Patut Berbangga

Kini, tanaman-tanaman itu telah memiliki “rumah baru” yang lebih layak. Mereka dipindahkan ke area terbuka hijau yang lebih bersahabat, salah satunya di The Gala Puncak, Perum Pesona Bukit Batuah RT25, Kelurahan Graha Indah. 

Di sana, mereka tak lagi perlu bertarung melawan bau dan tumpukan plastik.

Di tempat yang baru, mereka bisa kembali bernapas lega, bertumbuh, dan menjalankan kodratnya: menjaga Balikpapan agar tetap hijau, indah, dan manusiawi.

Sebab, hijau yang asri tidak akan pernah tumbuh dari hati yang membiarkan sampah berserakan di luar tempatnya.

(*)