BerauTitiknolKaltim

3 Fakta Strategis di Balik Peresmian Dermaga dan Jembatan Baru oleh Bupati Berau

101
×

3 Fakta Strategis di Balik Peresmian Dermaga dan Jembatan Baru oleh Bupati Berau

Sebarkan artikel ini
BANGUN DERMAGA JEMBATAN - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara resmi mengoperasikan tiga infrastruktur vital di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada Selasa 13 Januari 2026. (HO/Pemkab Berau)

Biduk-Biduk tidak lagi sama. Dengan hadirnya dermaga raksasa dan jembatan baru, wilayah pesisir Berau kini siap bertransformasi dari kawasan sunyi menjadi pusat ekonomi lintas provinsi

TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Wajah infrastruktur di pesisir selatan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur kini bersolek. 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara resmi mengoperasikan tiga infrastruktur vital di Kecamatan Biduk-Biduk, yakni sebagai berikut:

  • Dermaga Teluk Sulaiman;
  • Jembatan Sei Sumbang;
  • dan Jembatan Sei Bataan.

Peresmian ini bukan sekadar seremoni pemotongan pita, melainkan simbol lahirnya “urat nadi” baru bagi konektivitas di Kalimantan Timur.

Berikut adalah tiga fakta penting yang menyertai kehadiran infrastruktur tersebut:

1. Dermaga Teluk Sulaiman: Gerbang Ekspor dan Logistik Antar-Provinsi

Dermaga ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas perniagaan laut yang menghubungkan Biduk-Biduk dengan wilayah Kalimantan Timur hingga Sulawesi Tengah.

Dengan total anggaran Rp54,3 miliar yang dikucurkan secara bertahap sejak 2020, dermaga ini memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni.

Bupati Sri Juniarsih menjelaskan bahwa dermaga ini sanggup disandari kapal berkapasitas di atas 1.000 GT.

“Artinya, peluang masuknya kapal ferry dan kapal perintis seperti Sabuk Nusantara kini terbuka lebar, yang akan mempercepat mobilitas penumpang maupun logistik barang,” ungkapnya.

2. Ketahanan Ekstrem: Desain Khusus Tahan Gempa 50 Tahun

Salah satu fakta paling menarik terletak pada konstruksinya. Mengingat wilayah Biduk-Biduk berada di zona sesar aktif (Gempa Palukoro dan Sangkulirang), pemerintah tidak main-main dalam urusan keamanan.

Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, memaparkan bahwa dermaga ini menggunakan sistem bracing dan konstruksi hybrid.

“Infrastruktur ini didesain tangguh untuk usia pakai hingga 50 tahun, tetap kokoh meski berada di kondisi alam yang ekstrem,” tegasnya.

Baca Juga:   Tanggapan Warga Sangatta di Kutai Timur Kaltim untuk Coblos Ulang Pilkada 2024 Hari Ini

3. Jembatan Sei Bataan dan Sei Sumbang: Pembuka Isolasi ke Kutai Timur

Selain dermaga, dua jembatan baru kini resmi menghubungkan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Jembatan Sei Bataan (anggaran Rp23,1 miliar) dan Jembatan Sei Sumbang (Rp14,8 miliar) hadir sebagai penggerak ekonomi.

Kehadiran Jembatan Sei Bataan secara khusus menjadi sangat strategis karena memperlancar akses darat menuju Kabupaten Kutai Timur.

Hal ini diyakini akan mendongkrak sektor pariwisata pesisir dan mempercepat distribusi hasil bumi masyarakat setempat.

Harapan untuk Masa Depan 

Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan bahwa seluruh fasilitas ini adalah investasi jangka panjang.

Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga aset ini dengan baik.

“Ini adalah identitas baru masyarakat pesisir. Mari kita rawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang,” pungkasnya. 

(*)