BalikpapanTitiknolKaltim

VIRAL Presiden Prabowo Heran Sultan Kutai Kartanegara Duduk di Belakang saat Peresmian Kilang Pertamina

109
×

VIRAL Presiden Prabowo Heran Sultan Kutai Kartanegara Duduk di Belakang saat Peresmian Kilang Pertamina

Sebarkan artikel ini
SULTAN - Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Adji Mohammad Arifin, dalam peresmian kilang Balikpapan, Kaltim. (dok YouTube Setpres)

TITIKNOL.ID – Beredar video yang memperlihatkan Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya saat Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Yang Mulia Adji Muhammad Arifin, ditempatkan duduk di bagian belakang dalam acara peresmian kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

‎Momen tersebut terjadi saat Presiden Prabowo meresmikan megaproyek kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Kejadian itu pun menuai sorotan publik karena dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap tokoh adat dan budaya setempat.

‎Dalam acara tersebut, Prabowo menyapa satu per satu tamu undangan yang hadir.

Selain jajaran kabinet, Presiden juga menyebut sejumlah kepala daerah, mulai dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, hingga Sultan Kutai Kartanegara.

‎Saat nama Sultan Kutai Kartanegara disebut, Yang Mulia Adji Muhammad Arifin pun berdiri dan memberikan penghormatan kepada Presiden.

Namun, Prabowo terlihat terkejut karena posisi duduk Sultan berada di bagian belakang.

‎“Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Adji Muhammad Arifin. Hadir? Yang Mulia. Sultan kok ditaruh di belakang?” ucap Prabowo, sembari memberikan gestur tangan yang mengisyaratkan seharusnya Sultan duduk di barisan depan.

‎Ekspresi dan pernyataan Prabowo tersebut langsung menarik perhatian hadirin dan terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.

Banyak pihak menilai kejadian itu mencerminkan kepedulian Presiden terhadap penghormatan adat dan tokoh budaya lokal.

‎Hingga kini, video tersebut terus menuai beragam tanggapan dari masyarakat, terutama terkait pentingnya penempatan tokoh adat dalam acara kenegaraan di daerah yang memiliki nilai sejarah dan budaya kuat seperti Kalimantan Timur. (*/)