PenajamTitiknolKaltim

El Nino Picu Ancaman Krisis Air Bersih di PPU, Debit Sungai Lawe-Lawe Terus Menyusut

8
×

El Nino Picu Ancaman Krisis Air Bersih di PPU, Debit Sungai Lawe-Lawe Terus Menyusut

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Ancaman kekeringan mulai membayangi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) seiring masuknya fase El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau panjang.

Dampaknya mulai dirasakan Perumda Air Minum Danum Taka, terutama pada sumber air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lawe-Lawe yang menjadi pemasok utama air bersih bagi wilayah Penajam dan sekitarnya.

‎Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, mengatakan ketinggian air di intake Lawe-Lawe terus mengalami penurunan signifikan.

Dari kondisi normal sekitar 260 sentimeter, kini permukaan air hanya tersisa sekitar 145 sentimeter. Bahkan, penurunan rata-rata mencapai 10 hingga 15 sentimeter setiap hari.

‎”Penurunannya sudah hampir separuh. Rata-rata penurunan per hari berkisar 10 sampai 15 sentimeter,” ujar Abdul Rasyid, Rabu (24/7/2026).

‎Ia mengungkapkan, apabila kondisi tersebut terus berlanjut tanpa adanya hujan, kapasitas produksi air bersih diperkirakan akan menurun drastis pada akhir Juli 2026.

Operasional pompa juga terancam terganggu jika permukaan air turun hingga batas minimum sekitar 50 sentimeter.

‎”Kalau kondisinya terus seperti ini, bukan tidak mungkin di akhir Juli kapasitas produksi kita turun sampai separuh,” katanya.

‎Kondisi semakin mengkhawatirkan karena aliran Sungai Lawe-Lawe sebagai sumber air baku utama mulai melemah.

Untuk menjaga pasokan air, Perumda Danum Taka telah memanfaatkan cadangan air dari kolam retensi.

Dari empat kolam yang tersedia, dua kolam telah dibuka dalam dua hari terakhir guna menambah debit air ke Sungai Lawe-Lawe, sementara dua kolam lainnya masih disiapkan sebagai cadangan apabila situasi semakin memburuk.

‎Selain itu, Perumda juga menyiapkan sejumlah langkah darurat. Salah satunya memanfaatkan embung milik Pertamina yang berada di sekitar kawasan Lawe-Lawe apabila kondisi air baku memasuki tahap kritis.

Baca Juga:   HUT ke-23 PPU, Wakil Ketua DPRD Harap Pembangunan Makin Matang dan Berdaya Saing

Tim teknis juga terus bekerja mengalirkan genangan air yang masih tersedia menuju aliran sungai agar tetap dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku.

‎Di sisi lain, interkoneksi jaringan air dari Waru menuju Petung juga mulai disiapkan sebagai alternatif distribusi. Namun, kapasitas suplai dari Waru yang hanya sekitar 30 liter per detik membuat cakupan pelayanannya masih terbatas.

“Tekanannya hanya mampu mengairi wilayah Petung. Kalau sudah lewat Petung, tekanan pipa distribusi kita tidak mampu,” jelasnya.

‎Berkaca pada pengalaman musim kemarau panjang tahun 2019, Perumda Danum Taka juga menyiapkan skema kerja sama dengan perangkat daerah yang memiliki peralatan pendukung untuk mengambil dan mendistribusikan air dari sumber lain apabila kondisi kekeringan semakin parah.

‎Menurut Abdul Rasyid, ketergantungan PPU terhadap air permukaan dan curah hujan membuat daerah ini sangat rentan terhadap dampak musim kemarau.

Hingga kini, PPU belum memiliki sumber air baku alternatif seperti sungai besar yang mengalir sepanjang tahun maupun mata air dengan debit yang stabil.

‎Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten PPU telah merencanakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Long Kali.

‎Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pemanfaatan sumber air di kawasan Sepaku untuk memenuhi kebutuhan wilayah Sepaku, Sotek, hingga Maridan.

Karena jaringan perpipaan belum tersedia, distribusi air nantinya berpotensi dilakukan menggunakan armada tangki air menuju titik-titik yang mudah dijangkau masyarakat.

‎”Kita berharap kondisi ini tidak berkepanjangan. Menurut BMKG, puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober. Kalau di awal saja sudah kering, tentu kami sangat khawatir,” tuturnya.

‎Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten PPU dijadwalkan menggelar rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati PPU guna membahas strategi penanganan dan mitigasi dampak kekeringan.

‎Perumda Air Minum Danum Taka pun berharap hujan segera turun agar sumber air baku kembali terisi dan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan normal. (TN02)