Setuju nggak? Menkes Budi Gunadi dukung ibu-ibu buat tegur suami yang masih beli rokok padahal uang dapur pas-pasan. Simak alasannya yang masuk akal banget di sini
TITIKNOL.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti fenomena konsumsi rokok dalam keluarga sebagai persoalan kesehatan sekaligus ancaman bagi ekonomi rumah tangga.
Secara terbuka, Menkes mendorong para ibu untuk lebih tegas kepada suami yang masih memprioritaskan belanja rokok di tengah keterbatasan ekonomi.
Menurut Budi, sering kali alasan “tidak ada uang” untuk kebutuhan dapur muncul, padahal anggaran rutin untuk rokok tetap tersedia setiap hari.
Padahal, dana tersebut memiliki nilai yang setara dengan kebutuhan pangan bergizi bagi anak-anak.
Menkes Budi Gunadi, melakukan perbandingan langsung antara harga satu bungkus rokok dengan bahan pangan esensial yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.
“Satu bungkus rokok untuk suami itu harganya sekitar Rp30.000. Padahal, satu kilogram telur ayam untuk kebutuhan seluruh keluarga harganya juga sekitar Rp30.000,” ungkap Budi Gunadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sabtu (31/1/2026).
Ia pun berkelakar namun dengan pesan yang serius agar para ibu lebih jeli memantau prioritas belanja suami.
“Ibu-ibu, coba cek suaminya. Kalau mereka bilang tidak ada uang untuk ke pasar tapi tetap beli rokok, ya begitulah suaminya,” candanya.
Lebih jauh, Menkes Budi Gunadi menekankan bahwa masalah kesehatan dan kurang gizi pada anak tidak selalu murni disebabkan oleh faktor ekonomi.
Paparan asap rokok dari orang tua di rumah merupakan faktor risiko kesehatan yang sering kali diabaikan.
Budi mengingatkan bahwa setiap bungkus rokok membawa risiko penyakit nyata yang bahkan sudah diperlihatkan melalui gambar peringatan pada kemasannya.
“Satu bungkus rokok ini isinya penyakit semua. Kita bisa lihat sendiri, peringatan penyakitnya sudah ada di gambar kemasan,” tegasnya.

Alihkan Anggaran Rokok untuk Protein Hewani
Menkes Budi Gunadi Sadikin menggarisbawahi pentingnya mengalihkan uang rokok untuk membeli protein hewani seperti telur.
Telur dinilai sebagai sumber gizi terjangkau yang manfaatnya jauh lebih besar untuk tumbuh kembang anak dibandingkan rokok yang habis dalam sekejap.
Di akhir pernyataannya, Budi Gunadi memberikan dukungan moral kepada para ibu untuk mulai mengambil peran lebih tegas dalam mengatur kemudi keuangan rumah tangga.
Ia meyakini bahwa keputusan kecil, seperti mengganti pengeluaran rokok menjadi belanja pangan bergizi, akan memberikan dampak besar bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.
(*)












