Penajam

Pemkab PPU Respons Aksi Unjuk Rasa Ratusan Sopir Truk, Pastikan Pemenuhan Bio Solar akan Segera Dinormalkan

172
×

Pemkab PPU Respons Aksi Unjuk Rasa Ratusan Sopir Truk, Pastikan Pemenuhan Bio Solar akan Segera Dinormalkan

Sebarkan artikel ini
Pemkab PPU respon aksi unjuk rasa ratusan sopir truk untuk pastikan pemenuhan bio solat untuk segera di normalkan.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah konkret atas tuntutan para pengemudi truk yang mengalami krisis bahan bakar bio solar dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati, Rabu (6/8/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar mengatakan pemerintah daerah telah menyaksikan ratusan masyarakat yang menggelar aksi di depan kantor untuk menyampaikan aspirasi terkait kelangkaan bio solar.

Usai melaksanakan rembuk bersama sepuluh perwakilan sopir dan perwakilan pertamina patraniaga, ia menyampaikan bahwa menjadi prinsip pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan yang terjadi selama hampir sepekan.

“Bahwa BBM jenis solar sejak tanggal 29 Juli sampai hari ini, ada keterbatasan stok bahkan ketiadaan di SPBU KM 9 Nipah-nipah. Kekurangan dan kebutuhan tersebut akan segera ditanggulangi,” ujar Tohar di hadapan para pengemudi.

Ia menyatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan meminta agar realitas sosial di lapangan segera direspon.

“Dari perwakilan pertamina, mereka sudah melakukan proses administrasi. Mudahan pasokam segera kembali normal. Deliverynya paling lambat dua hari kemudian, tapi saya harap sore ini atau besok solar sudah kembali tersedia,” terangnya.

Tohar juga menegaskan pentingnya sinergi antara jajaran kepolisian, pertamina dan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan.

“Saya harap itu efektif dilakukan, sehingga kejadian yang ada tidak terulang di masa yang akan datang,” kata Tohar.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Pertamina Patraniaga, Saiful menjelaskan sebelum terjadi kelangkaan, pihaknya bahkan telah memprediksi kuota akan tercukupi hingga akhir tahun 2025.

“Memang ternyata ada permintaan yang melonjak antara Januari sampai Juli, makanya kuota yang diturunkan pemerintah pusat terserap maksimal, seperti yang terjadi di SPBU KM 9 Nipah-nipah, Penajam,” tuturnya.

Baca Juga:   Potensi PAD Kaltim dari Alat Berat, Akmal Malik Tunggu Evaluasi Pemerintah Pusat

Ia menambahkan koordinasi dengan pemda terus diperkuat guna memastikan pemenuhan kebutuhan bahan bakar bio solar tersalurkan tepat sasaran.

“Kita telah mempercepat delivery, ke depan kita akan maksimalkan koordinasi dengan pemda setempat untuk memonitor dan mengawasi distribusi BBM solar subsidi untuk mencegah adanya anomali distribusi,” pungkasnya.

(TN01)