TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menggerakkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) setelah sempat tersendat di lapangan.
Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan program tersebut sudah berjalan sekitar dua tahun, namun tidak optimal karena sempat terkendala komunikasi di lapangan.
“TPK ini sebenarnya sudah jalan, tapi sempat macet karena miss di lapangan,” kata Janse, Minggu (19/4/2026).
Saat ini, pihaknya memulai ulang melalui sosialisasi ke stakeholder. Langkah itu dilanjutkan ke tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.
TPK yang terdiri dari kader PKK dan kader KB bertugas mendampingi keluarga, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita.
Pendampingan difokuskan pada pencegahan stunting dari hulu. TPK memastikan intervensi dasar berjalan, termasuk pemantauan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
“Kalau dari kesehatan ada pemberian tablet tambah darah, kami memastikan itu benar-benar diminum,” ujarnya.
Ia menyebut, kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah berkaitan dengan pencegahan risiko pendarahan saat persalinan.
Selain itu, edukasi juga menyasar pernikahan dini yang berpotensi memicu stunting. Sosialisasi akan dilakukan hingga ke sekolah-sekolah.
“Calon pengantin juga kami edukasi, supaya tidak hamil di usia terlalu muda,” katanya.
Menurut dia, peran DP3AP2KB lebih pada pendampingan dan edukasi, sementara intervensi teknis berada di sektor terkait.
“Kalau pendampingan ini berjalan, masalah di lapangan bisa ditekan,” pungkasnya.
(TN01)












