PenajamTitiknolKaltim

Dampak IKN Makin Terasa, Investasi di PPU Tembus Rp3,7 Triliun‎

3
×

Dampak IKN Makin Terasa, Investasi di PPU Tembus Rp3,7 Triliun‎

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Amrullah, mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi daerah yang kini menjadi bagian penting dari kawasan pengembangan IKN.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Sepanjang 2024, realisasi investasi di daerah tersebut mencapai Rp3,7 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun.

‎Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Amrullah, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi daerah yang kini menjadi bagian penting dari kawasan pengembangan IKN.

‎“Alhamdulillah pada 2024 realisasi investasi kita mencapai Rp3,7 triliun. Artinya ada peningkatan yang cukup signifikan dibanding target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

‎Menurut Amrullah, tingginya realisasi investasi menunjukkan bahwa PPU semakin dilirik oleh investor dari berbagai sektor.

Keberadaan IKN dinilai telah mengubah posisi strategis daerah yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah penyangga menjadi kawasan dengan prospek investasi yang menjanjikan.

‎“Ini membuktikan bahwa PPU bukan lagi dianggap sebagai wilayah pinggiran, tetapi sudah menjadi bagian dari kawasan strategis pengembangan investasi,” katanya.

‎Ia menjelaskan, pembangunan IKN memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Benuo Taka.

Berbagai proyek pembangunan yang berlangsung di sekitar kawasan Nusantara turut mendorong meningkatnya minat investor untuk menanamkan modal di PPU.

‎Meski pada 2025 sempat terjadi perlambatan investasi akibat melambatnya sejumlah pembangunan di kawasan IKN, Amrullah menilai prospek investasi di PPU masih sangat terbuka dan menjanjikan.

‎Menurutnya, posisi geografis PPU yang menjadi pintu gerbang menuju Nusantara merupakan salah satu keunggulan utama yang mampu menarik minat investor, khususnya pada sektor industri dan pengembangan kawasan ekonomi.

‎“PPU saat ini sudah dianggap sebagai gerbang Nusantara. Potensi yang kita miliki sangat besar, terutama untuk pengembangan kawasan industri karena konektivitas menuju IKN terus berkembang,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas yang terus berjalan akan semakin memperkuat daya saing daerah dalam menarik investasi baru.

Baca Juga:   Gubernur Zainal Tegaskan Komitmen Percepat Realisasi Belanja Daerah di Kaltara

Peluang tersebut terbuka pada sektor industri, perdagangan, jasa, hingga pengembangan kawasan ekonomi terpadu.

‎Pemerintah Kabupaten PPU pun optimistis tren investasi akan terus meningkat seiring percepatan pembangunan IKN serta munculnya berbagai peluang usaha baru di wilayah sekitar ibu kota negara baru tersebut.

‎Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang dan posisi strategis sebagai gerbang Nusantara, PPU diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Kalimantan Timur sekaligus menjadi tujuan utama investasi dalam beberapa tahun mendatang. (TN02)