Penajam

Gubernur Zainal Tegaskan Komitmen Percepat Realisasi Belanja Daerah di Kaltara

176
×

Gubernur Zainal Tegaskan Komitmen Percepat Realisasi Belanja Daerah di Kaltara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang mengikuti rapat virtual dengan Mendagri

TITIKNOL.ID, KALTARA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH., M.Hum bersama Wakil Gubernur Ingkong Ala, SE., M.Si menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara dalam meningkatkan realisasi pendapatan dan belanja daerah tahun 2025.

‎Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Keuangan (Menkeu) dalam rapat percepatan realisasi belanja untuk memacu pertumbuhan ekonomi secara virtual, Senin (20/10/2025).

‎Dalam arahannya, Gubernur Zainal menekankan pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menggerakkan perekonomian.

‎“Sebagaimana arahan Mendagri bahwa mesin swasta dan mesin pemerintah harus bergerak bersama untuk menumbuhkan ekonomi. Mesin pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menstimulasi sektor swasta,” ujarnya.

‎Berdasarkan laporan Kemendagri, realisasi pendapatan daerah secara nasional (provinsi dan kabupaten/kota) hingga 30 September 2025 telah mencapai Rp949,97 triliun atau sekitar 70 persen.

‎Dalam laporan tersebut, Provinsi Kaltara berhasil menempati posisi lima besar dengan realisasi pendapatan tertinggi di Indonesia.

‎Realisasi pendapatan Kaltara tercatat mencapai 76,97 persen, berada di bawah Maluku Utara (83,84%), Kalimantan Selatan (79,34%), DIY Yogyakarta (79,33%), dan Nusa Tenggara Barat (77,64%).

‎Capaian ini menunjukkan kinerja positif Pemprov Kaltara dalam mengoptimalkan pendapatan daerah sepanjang tahun berjalan.

‎Meski demikian, tren realisasi belanja pemerintah daerah secara nasional menunjukkan sedikit perlambatan dibanding tahun 2024.

‎Per 30 September 2025, realisasi belanja tercatat Rp770,13 triliun atau 56,07 persen, turun dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar 57,20 persen.

‎Di tingkat provinsi, realisasi belanja Kaltara masih di bawah 70 persen, yakni sebesar 51,93 persen. Karena itu, Gubernur Zainal menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat penyerapan anggaran.

‎“Segera belanjakan anggaran yang ada, tidak menunggu akhir tahun. Kualitas belanja juga harus diperhatikan agar berdampak bagi masyarakat. Idealnya, pendapatan tinggi, belanja juga harus tinggi,” tegasnya.

‎Dalam rapat tersebut, juga terungkap bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltara pada kuartal II tahun 2025 mencapai 4,54 persen, masih di bawah target nasional 5,12 persen.

‎Meski begitu, stabilitas inflasi daerah dinilai terkendali di angka 2,3 persen atau lebih rendah dari target nasional sebesar 2,65 persen.

‎Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi pencapaian tersebut dan mendorong Kaltara untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan, terutama dalam pemanfaatan dana transfer ke daerah (TKD) dan dana bagi hasil (DBH).

‎“Kalau tata kelolanya baik, ekonomi daerah akan terdorong, dan pemerintah pusat akan menambah alokasinya,” ujar Gubernur mengutip pesan Menkeu.

‎Gubernur Zainal memastikan Pemprov Kaltara siap mengelola anggaran secara bijak tanpa membiarkan dana mengendap di bank.

‎Ia menegaskan, percepatan belanja produktif akan terus diupayakan untuk menjaga kepercayaan publik dan menarik minat investasi di Kaltara. (*)