PenajamTitiknolKaltim

Polres PPU Jadi Lokasi Riset Nasional, Bhabinkamtibmas Didorong Jadi Garda Lingkungan

7
×

Polres PPU Jadi Lokasi Riset Nasional, Bhabinkamtibmas Didorong Jadi Garda Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Komitmen Polri dalam menghadapi tantangan perubahan iklim terus diperkuat melalui pendekatan berbasis kemitraan dan penelitian ilmiah.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Komitmen Polri dalam menghadapi tantangan perubahan iklim terus diperkuat melalui pendekatan berbasis kemitraan dan penelitian ilmiah.

Salah satunya melalui kegiatan supervisi dan penelitian yang dilaksanakan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di wilayah hukum Polres Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (2/6/2026).

‎Penelitian tersebut mengangkat tema “Penguatan Implementasi Polmas Melalui Bhabinkamtibmas sebagai Eco-Cops dalam Rangka Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia”.

Kegiatan dipimpin Ketua Tim Supervisi dan Peneliti STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol Juliar Kus Nugroho, didampingi Kabagjian Polmas Bidang PPITK STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol Dwi Indra Maulana, bersama tim peneliti lainnya.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, Wakapolres PPU Kompol Roganda, Wakapolres Paser Kompol Anton Saman, para pejabat utama Polres PPU dan Polres Paser, unsur BPBD PPU, TAGANA, kepala desa, serta para Bhabinkamtibmas.

‎Dalam sambutannya, AKBP Andreas Alek Danantara menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STIK Lemdiklat Polri yang menjadikan Polres PPU sebagai salah satu lokasi penelitian.

Menurutnya, kajian tersebut sangat penting dalam mendukung pengembangan kebijakan kepolisian yang adaptif terhadap tantangan global, termasuk perubahan iklim.

‎“Melalui konsep Eco-Cops yang sejalan dengan semangat Polri Presisi, Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Komitmen Polri dalam menghadapi tantangan perubahan iklim terus diperkuat melalui pendekatan berbasis kemitraan dan penelitian ilmiah.


‎Kapolres menegaskan pihaknya siap mendukung penuh kegiatan penelitian dengan menyediakan data, informasi, maupun akses yang dibutuhkan guna menghasilkan rekomendasi strategis bagi institusi Polri.

‎Sementara itu, Ketua Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri Kombes Pol Juliar Kus Nugroho menjelaskan bahwa konsep Eco-Cops merupakan integrasi antara fungsi kepolisian dengan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup yang semakin kompleks.

‎Menurutnya, penelitian tersebut bertujuan memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi pemolisian masyarakat (Polmas) melalui peran Bhabinkamtibmas dalam menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan lingkungan.

‎“Hasil penelitian ini nantinya akan menjadi bahan masukan strategis bagi pimpinan Polri dalam merumuskan kebijakan ke depan,” jelasnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol Dwi Indra Maulana menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem hingga meningkatnya risiko bencana alam. Karena itu, diperlukan langkah adaptasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

‎Dalam sesi pemaparan ilmiah, Dosen STIK sekaligus peneliti, Rahmadsyah Lubis, menjelaskan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

‎Ia menyebut sejumlah dampak yang dapat muncul antara lain konflik akibat perebutan sumber daya, migrasi penduduk, penyebaran informasi hoaks saat bencana, hingga ketimpangan distribusi bantuan sosial.

‎Menurutnya, konsep Disaster Policing atau pemolisian bencana menjadi salah satu strategi yang relevan untuk diterapkan.

Baca Juga:   Wacana Pilkada Lewat DPRD, Legislator Kaltim Bilang Keduanya Konstitusional

Melalui pendekatan tersebut, Polri dapat berperan aktif dalam pencegahan, mitigasi, pengamanan wilayah terdampak, hingga penegakan hukum terkait bencana dan lingkungan.

‎Kegiatan supervisi dan penelitian berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan pendalaman materi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Dari penelitian tersebut diharapkan lahir rekomendasi strategis untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai Eco-Cops dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas di tengah tantangan perubahan iklim.

‎Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif serta menjadi langkah nyata Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim di Indonesia. (*/)