SamarindaTitiknolKaltim

Fenomena Gunung Es Beasiswa Gratispol, LBH Samarinda Temukan pada Kampus-kampus Lain

66
×

Fenomena Gunung Es Beasiswa Gratispol, LBH Samarinda Temukan pada Kampus-kampus Lain

Sebarkan artikel ini
GRATISPOL KALTIM - Kebijakan Gratispol era pemerintahan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Wagub Seno Aji menggambarkan pemaknaan dari slogan populer RA Kartini, Habis gelap Terbitlah Terang. (HO/Pemprov Kaltim)

Ternyata ITK Balikpapan bukan satu-satunya! LBH Samarinda bongkar fakta mengejutkan, puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Kaltim kini senasib, ‘didepak’ dari daftar beasiswa Gratispol setelah sempat dinyatakan lolos

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Kasus pembatalan beasiswa “Gratispol” yang sebelumnya mencuat di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan ternyata hanyalah puncak dari gunung es.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda melaporkan bahwa polemik serupa kini meluas dan dialami oleh puluhan mahasiswa dari berbagai universitas lain di Kalimantan Timur.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor LBH Samarinda, Senin (2/2/2026) sore, terungkap bahwa sebanyak 39 mahasiswa telah resmi mengadu terkait karut-marut program unggulan Pemprov Kaltim tersebut. Namun, jumlah ini diyakini jauh lebih besar di lapangan.

“Kami yakin data ini masih sebagian kecil. Pemantauan media bahkan menemukan kabar adanya 300 mahasiswa Universitas Mulawarman yang mengundurkan diri dari program Gratispol,” ungkap Pengacara Publik LBH Samarinda, Fadilah Rahmatan Al Kafi.

Kesaksian Pahit dari UMKT dan Unikarta LBH Samarinda turut menghadirkan perwakilan mahasiswa pascasarjana dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Mereka melaporkan pola permasalahan yang identik dengan kasus kelas eksekutif di ITK Balikpapan: dinyatakan lolos, sudah kuliah, namun tiba-tiba dicoret secara sepihak.

Salah satu korban, Zahra, mahasiswi pascasarjana hukum di UMKT, menceritakan kekecewaannya.

Ibu rumah tangga berusia di atas 50 tahun ini sempat bernapas lega saat namanya muncul dalam daftar penerima beasiswa resmi.

Namun, setelah menjalani perkuliahan selama satu semester, namanya mendadak hilang dari sistem.

“Awalnya saya sangat bahagia karena beasiswa ini sangat membantu. Tapi tiba-tiba dihapus tanpa kejelasan, tentu saya sangat kecewa,” tutur Zahra.

Baca Juga:   Arhan hingga Egy, Ini Pemain Berpotensi Dicoret Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

Zahra menduga pembatalan ini berkaitan dengan status kelasnya yang dilaksanakan pada akhir pekan (weekend), yang kategorinya dianggap tidak jelas antara reguler atau eksekutif, persis seperti perdebatan yang terjadi pada kasus mahasiswa ITK.

Tagihan Mendadak Belasan Juta Rupiah Akibat pemutusan beasiswa yang tiba-tiba ini, Zahra kini harus menanggung beban finansial yang berat.

Ia diminta melunasi biaya kuliah semester lalu dan semester berjalan dengan total tagihan mencapai Rp17 juta.

Ia menyayangkan sikap pemerintah yang tidak konsisten.

Menurutnya, jika sejak awal tidak diloloskan, ia bisa mencari alternatif beasiswa lain seperti bantuan dari alumni Muhammadiyah. 

“Kalau nama sudah diumumkan, pemerintah harus sportif. Jalankan apa yang sudah dijanjikan,” tegasnya.

Berdasarkan data LBH, sebaran masalah menyasar mahasiswa baik di dalam maupun luar Kaltim dengan rincian keluhan sebagai berikut:

  • Pembatalan Sepihak: 8 Kasus
  • Dana Tidak Cair/Terlambat: 10 Kasus
  • Masalah Web/Error System: 7 Kasus
  • Kendala Daftar Ulang: 7 Kasus
  • Masalah Domisili & Lainnya: 7 Kasus

Kini, LBH Samarinda mendesak transparansi penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar hak pendidikan ratusan mahasiswa tidak dikorbankan akibat ketidaksiapan sistem dan birokrasi.

(*)