Nasional

Sentilan Prabowo soal Spanduk Ayam Goreng Balikpapan, Turis Datang Bukan Mau Lihat Baliho

25
×

Sentilan Prabowo soal Spanduk Ayam Goreng Balikpapan, Turis Datang Bukan Mau Lihat Baliho

Sebarkan artikel ini
BALIHO RUSAK ESTETIKA - Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras kepada para kepala daerah terkait estetika tata kota di Indonesia.

Turis datang ingin lihat pemandangan, bukan iklan promo makan! Presiden Prabowo resmi instruksikan kepala daerah tertibkan spanduk ‘raksasa’ yang merusak estetika kota

TITIKNOL.ID, SENTUL – Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras kepada para kepala daerah terkait estetika tata kota di Indonesia.

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo menyoroti menjamurnya spanduk iklan yang dianggap merusak pemandangan, termasuk spanduk promosi makanan di daerah.

“Dalam rangka Indonesia Asri, terus terang saya minta pemerintah daerah tertibkan iklan-iklan dan spanduk itu. Sudah terlalu banyak,” tegas Prabowo di depan ribuan pejabat.

“Ayam Goreng Pesen Satu Gratis Satu.”

Secara spesifik, Presiden menyentil fenomena spanduk berukuran raksasa yang kerap ditemuinya saat kunjungan kerja, seperti di Kota Balikpapan dan Banjarmasin.

Menurutnya, ukuran iklan yang berlebihan justru mengganggu kenyamanan publik dan wisatawan.

“Spanduk ‘Ayam Goreng Pesen Satu Gratis Satu’, kenapa harus besar-besar sekali?

Turis datang itu ingin melihat keindahan daerah, bukan mau lihat spanduk,” sindir Presiden Prabowo yang disambut perhatian serius para hadirin.

Tak hanya di luar daerah, Prabowo juga mengeluhkan kondisi jalur menuju kediamannya di Hambalang, Bogor, yang kini dipenuhi baliho.

Ia merindukan wajah Bogor yang dulu asri dan meminta para pengusaha melalui Kadin dan HIPMI untuk diajak berdialog mengenai standarisasi papan iklan yang lebih sopan dan estetik.

Warning untuk Perusuh 

Selain soal estetika, Prabowo memberikan peringatan keras terhadap aksi demonstrasi yang berujung anarkis. Ia mengklaim memiliki bukti adanya campur tangan kekuatan asing yang menunggangi gerakan-gerakan perusuh di dalam negeri.

“Demo silakan, itu dijamin. Tapi kalau tujuannya kerusuhan, bakar-bakar, atau bom molotov, itu pidana. Saya tidak akan ragu-ragu menindak,” ujarnya lantang. “Kalau tidak suka dengan Prabowo, silakan bertarung secara konstitusional di 2029. Jangan merusak bangsa.”

Baca Juga:   PLN Ajukan Rp3 Triliun PMN 2025 Bangun Kelistrikan Daerah Terpencil

Prabowo juga menunjukkan sisi humanis sekaligus tegas saat berinteraksi dengan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. Meski istri sang Bupati adalah kader Partai Gerindra, Prabowo menegaskan bahwa relasi politik tidak akan menjadi tameng bagi pelanggar hukum.

“Kalau Gerindra ‘brengsek’, Gerindra pun saya tangkap! Tidak ada urusan. Begitu pemilihan selesai, lupakan persaingan, saatnya bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Agenda besar lainnya adalah konsolidasi BUMN di bawah Sovereign Wealth Fund senilai $1 triliun. Prabowo mengecam pengelolaan BUMN terdahulu yang terpecah hingga 1.040 perusahaan, yang menurutnya menjadi celah penyelewengan.

Ia secara terbuka memberikan ultimatum kepada mantan petinggi BUMN yang meremehkan langkahnya. “Mereka mengejek Prabowo cuma bisa ngomong di podium. Oh ya? Tunggu saja panggilan (Kejaksaan). Lu jangan nantang gue,” ucapnya dengan nada tinggi.

Rakornas tahun 2026 ini dihadiri oleh lebih dari 4.000 peserta, mulai dari jajaran menteri hingga kepala daerah dari seluruh penjuru Indonesia. Pesan utamanya jelas: Stabilitas nasional, penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan pengembalian keasrian wajah kota Indonesia adalah harga mati menuju Indonesia Emas 2045.

(*)