Titiknol IKN

Otorita IKN–BI Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi Liberika di Wilayah Penyangga IKN

27
×

Otorita IKN–BI Tingkatkan Kapasitas Petani Kopi Liberika di Wilayah Penyangga IKN

Sebarkan artikel ini
KERJASAMA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalin kerja sama dengan Sekretariat Kerja Kantor Bersama Bank Indonesia dalam penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas petani kopi liberika di kawasan Agro Wisata Sukaraja, Senin (2/2/2026).

TITIKNOL.ID — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalin kerja sama dengan Sekretariat Kerja Kantor Bersama Bank Indonesia (KOPERBI) IKN dalam penyelenggaraan pelatihan peningkatan kapasitas petani kopi liberika di kawasan Agro Wisata Sukaraja, Senin (2/2/2026).

‎Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan masyarakat di wilayah penyangga IKN.

‎Pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh lebih dari 20 petani kopi lokal yang berasal dari Desa Sukaraja, Desa Semoi, dan Desa Tengin Baru.

Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknis petani terhadap pengelolaan kopi secara menyeluruh, sekaligus mendorong penerapan standar mutu dalam rantai produksi kopi lokal.

‎Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas petani menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar IKN.

‎“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, khususnya dalam proses pascapanen, sehingga kualitas kopi lokal dapat meningkat secara konsisten dan memiliki nilai tambah di pasar,” ujar Setia.

‎Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Syachman Perdymer, menegaskan dukungan Bank Indonesia dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM, salah satunya pengembangan potensi kopi liberika di wilayah IKN.

‎Pelatihan ini dimentori langsung oleh Edi Kuncoro dari P4S Rubath Kopi Jombang, seorang petani kopi sekaligus pengajar asal Jombang, Jawa Timur.

Peserta dibekali teori dan praktik terbaik, mulai dari proses panen, sortasi, fermentasi, produksi, hingga strategi pemasaran.

‎Fokus utama pelatihan diarahkan pada peningkatan standardisasi kualitas kopi, terutama pada tahapan pascapanen.

Baca Juga:   Percepat Pembangunan Infrastruktur IKN, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Menurut Edi, proses pascapanen yang tepat sangat krusial untuk menjaga konsistensi rasa dan aroma kopi.

‎“Kualitas kopi ditentukan dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, mulai dari waktu panen, kebersihan saat sortasi, hingga kontrol fermentasi. Jika dilakukan dengan benar dan konsisten, kopi bisa masuk kategori specialty grade dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi,” jelasnya.

‎Salah satu peserta, Bagio, petani kopi asal Desa Tengin Baru, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran praktis dari pelatihan tersebut.

‎“Selama ini kami mengolah kopi berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Dari pelatihan ini, saya jadi paham tahapan pascapanen yang benar dan bagaimana menjaga kualitas agar rasa kopi konsisten. Ini membuka peluang menjual kopi dengan harga lebih baik,” ujarnya.

‎Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN mendorong terbangunnya ekosistem pertanian kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan di wilayah penyangga.

Peningkatan kapasitas petani diharapkan mampu memperkuat kualitas produk lokal, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen pembangunan IKN yang inklusif dan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal. (*/)