Penajam

Ironi Desa Babulu Laut, Berlimpah Ikan Tapi Angka Stunting Tertinggi di PPU

34
×

Ironi Desa Babulu Laut, Berlimpah Ikan Tapi Angka Stunting Tertinggi di PPU

Sebarkan artikel ini

Tercatat sepanjang tahun 2025, terdapat 35 kasus stunting di desa Babulu Laut, Penajam Paser Utara berpenduduk sekitar 6.000 jiwa tersebut

ANGKA STUNTING – Kepala Desa Babulu Laut, Sahudi, menegaskan bahwa persoalan utama stunting di wilayahnya bukan terletak pada ketersediaan pangan, melainkan faktor pola asuh. (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Sebuah kontradiksi kesehatan terjadi di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Meski berstatus sebagai daerah pesisir dengan potensi protein laut yang melimpah, desa ini justru mencatatkan angka stunting tertinggi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Tercatat sepanjang tahun 2025, terdapat 35 kasus stunting di desa berpenduduk sekitar 6.000 jiwa tersebut.

Ironisnya, ketersediaan gizi dari ikan yang mudah didapat ternyata belum mampu menekan angka gangguan pertumbuhan pada balita di wilayah Benuo Taka ini.

Kepala Desa Babulu Laut, Sahudi, menegaskan bahwa persoalan utama stunting di wilayahnya bukan terletak pada ketersediaan pangan, melainkan faktor pola asuh.

“Persoalannya bukan soal makanannya. Ikan dan protein sangat melimpah di sini. Namun, pola asuh orang tua yang masih bermasalah menjadi pemicu utama,” ujar Sahudi, Senin (2/2/2026).

Sahudi membeberkan beberapa faktor krusial seperti mayoritas orang tua hanya menamatkan pendidikan jenjang SD atau SMP, sehingga pemahaman mengenai pengasuhan balita masih sangat minim.

Bukan hanya itu, data desa menunjukkan sekitar 20 persen pasangan (mayoritas usia muda) belum memiliki surat nikah resmi.

Ketidaksiapan mental dan usia ini berdampak langsung pada kualitas pengasuhan anak.

“Masih ditemukan balita yang makan tanpa pendampingan. Ketika anak menolak makan, orang tua cenderung membiarkannya tanpa mencari solusi nutrisi alternatif,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Babulu Laut mulai mengambil langkah agresif sejak awal Januari 2026.

Fokus utama saat ini adalah memperketat evaluasi layanan di enam Posyandu yang tersebar di desa tersebut.

Baca Juga:   Rencana Pemindahan Kegiatan UMKM ke Stadion, DPRD PPU: Daerah Harus Punya Sentra UMKM

“Kami rutin menggelar rapat bulanan bersama kader Posyandu untuk membedah masalah satu per satu berdasarkan laporan di lapangan,” tegas Sahudi.

Pemerintah desa menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan tahun ini melalui pendampingan intensif dan edukasi berkelanjutan kepada orang tua muda mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). (TN01)