SamarindaTitiknolKaltim

Pusat Ganti Puluhan Jembatan Bailey di Kubar–Mahulu, Gubernur Harum: Ini Urat Nadi Ekonomi Pedalaman

122
×

Pusat Ganti Puluhan Jembatan Bailey di Kubar–Mahulu, Gubernur Harum: Ini Urat Nadi Ekonomi Pedalaman

Sebarkan artikel ini
JALAN MAHULU KUBAR - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, meresmikan langsung tonggak sejarah pengadaan jalan darat Mahakam Ulu-Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Bagi warga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar), momen ini adalah kado istimewa di tengah suasana usia 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memastikan akan mengganti seluruh Jembatan Bailey yang selama ini menghubungkan jalur darat dan melintasi anak-anak sungai di wilayah pedalaman Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

‎Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim, AM Fitra Firnanda, kepada Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) saat kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Kaltim ke wilayah tengah Kubar–Mahulu, baru-baru ini.

‎Gubernur Harum menyambut baik sekaligus mengapresiasi langkah strategis pemerintah pusat dalam merevitalisasi jembatan-jembatan Bailey yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas kawasan pedalaman Benua Etam.

‎“Berapa jumlah Jembatan Bailey kita, Pak Nanda, kalau dari Tering (Kubar) sampai Mahulu?” tanya Gubernur Harum.

‎Menanggapi hal tersebut, Kadis PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda menjelaskan bahwa terdapat belasan jembatan Bailey di ruas Tering–Ujoh Bilang.

Sementara jika dihitung hingga Long Apari dan Long Pahangai, jumlahnya mencapai sekitar 40 jembatan.

‎Gubernur Harum pun meminta Dinas PUPR Kaltim untuk segera melakukan pendataan secara valid terhadap seluruh Jembatan Bailey yang akan diganti dengan jembatan permanen yang lebih kokoh dan berumur panjang.

‎Menurut Harum, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi merupakan urat nadi yang menghubungkan harapan masyarakat desa dengan pusat-pusat ekonomi di Kalimantan Timur.

Ia mengakui, selama ini mobilitas warga pedalaman kerap terhambat akibat kondisi jembatan yang sudah dimakan usia.

‎“Kalau jembatannya kokoh, distribusi logistik lancar, hasil tani mudah keluar, dan ekonomi masyarakat pasti bergerak lebih cepat,” ujar Gubernur Harum.

‎Ia menegaskan, jembatan-jembatan Bailey yang diganti nantinya akan kembali menjadi aset Pemprov Kaltim dan dapat dialihkan ke titik-titik lain yang masih membutuhkan konektivitas darurat di wilayah pelosok.

‎Sementara itu, Kadis PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda menambahkan bahwa seluruh Jembatan Bailey saat ini masih layak digunakan dan dapat dimanfaatkan kembali untuk membuka akses darat di kawasan lain.

Baca Juga:   Anggaran Rp1,2 Triliun DPUTR Paser Disorot, DPRD Minta Perbaiki Jalan Muara Pasir

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Harum pun mengarahkan agar jembatan Bailey segera dimanfaatkan untuk wilayah Bongan (Kubar) dan Sotek (Penajam Paser Utara). (*/)