PaserTitiknolKaltim

Anggaran Rp1,2 Triliun DPUTR Paser Disorot, DPRD Minta Perbaiki Jalan Muara Pasir

104
×

Anggaran Rp1,2 Triliun DPUTR Paser Disorot, DPRD Minta Perbaiki Jalan Muara Pasir

Sebarkan artikel ini
ASPIRASI PERBAIKAN JALAN - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Paser, Hendrawan Putra saat melakukan reses di Desa Muara Pasir, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Sabtu (25/10/2025). Masyarakat mengeluhkan rusaknya infrastruktur jalan yang parah. (Humas DPRD Paser)

TITIKNOL.ID, TANA GROGOT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser menyoroti alokasi belanja modal terbesar dalam Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda APBD) Tahun 2026.

Anggaran terbesar itu dialokasikan untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser.

Wakil Ketua II DPRD Paser, Hendrawan Putra, mengungkapkan bahwa DPUTR Paser menjadi fokus utama pembahasan karena mendapatkan porsi belanja modal yang signifikan.

Angka yang awalnya diusulkan Rp1,6 triliun telah dirasionalisasi, namun masih berada di level Rp1,2 triliun.

“Meskipun sudah dirasionalisasi, angkanya masih tergolong besar,” terang Hendrawan, Rabu (26/11/2025), saat ditemui setelah rapat pembahasan Nota Keuangan Raperda APBD 2026 di Sekretariat DPRD Paser.

Desak Perbaikan Ruas Jalan Muara Pasir

Besarnya anggaran DPUTR membuat DPRD Paser mendesak percepatan dan ketepatan sasaran dalam progres pembangunan infrastruktur.

Fokus utama Hendrawan adalah pembangunan dan perbaikan ruas-ruas jalan di berbagai wilayah, terutama di Desa Muara Pasir.

Secara khusus, Hendrawan menyoroti kondisi ruas jalan dari Simpang Air Mati menuju Desa Muara Pasir yang dinilai sangat memprihatinkan.

“Jalan dari Simpang Air Mati di Sungai Buaya menuju Kampung Muara Pasir itu sudah hampir tertutup. Akses masyarakat sangat terganggu, bahkan untuk sepeda motor pun sulit melintas,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa perbaikan jalan menuju Muara Pasir dari arah Padang Pengrapat memang telah dilakukan beberapa tahun terakhir.

Namun, ia menyayangkan bahwa progres besar lebih banyak diarahkan ke wilayah Dusun Air Mati, sementara akses utama menuju Kampung Muara Pasir justru terabaikan.

Penanganan Tanggap Darurat

Menanggapi sorotan tersebut, Hendrawan mengonfirmasi bahwa DPUTR Paser telah mengambil langkah tanggap darurat dengan menurunkan alat berat untuk penanganan awal.

Baca Juga:   Bersama Keluarga, Calon Bupati PPU Hamdam Pongrewa Ikut Memilih di TPS Dekat Rumah

“Saya juga sudah konfirmasi ke kepala desa, informasi ini memang benar adanya. Fokusnya adalah agar akses jalan bisa dilalui menuju Kampung Muara Pasir,” jelasnya.

Ke depan, DPUTR Paser merencanakan pengerjaan jalan sepanjang 5 kilometer di area perkampungan Desa Muara Pasir pada tahun anggaran 2026.

Hendrawan menekankan pentingnya memastikan pekerjaan tersebut benar-benar menyasar segmen yang paling rusak parah dan mendesak.

“Kami ingin memastikan bahwa pekerjaan jalan tahun depan tidak lagi diarahkan ke Dusun Air Mati, tetapi fokus ke ruas yang benar-benar rusak parah dan menjadi kebutuhan utama masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, akses jalan yang baik sangat fundamental untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Jika segmen akhir itu selesai, kendaraan sudah bisa masuk. Ini akan sangat membantu masyarakat dalam mobilitas sehari-hari,” tutup Hendrawan, berharap pembangunan infrastruktur jalan di Muara Pasir dapat segera terealisasi secara tepat sasaran. (*)