TitiknolSport

Chivu Meradang pada Manajemen Inter Milan, Skuat Nerazzurri Kini Andalkan Pemain Muda

103
×

Chivu Meradang pada Manajemen Inter Milan, Skuat Nerazzurri Kini Andalkan Pemain Muda

Sebarkan artikel ini
PELATIH INTER MILAN - Kemenangan Inter Milan atas Torino di perempat final Coppa Italia, Kamis (5/2/2026) dini hari, menyisakan cerita pedas. Bukannya bersukacita, pelatih I Nerazzurri, Cristian Chivu, justru meluapkan rasa frustrasinya terkait pasifnya pergerakan manajemen klub pada bursa transfer Januari 2026.

Inter Milan menang, tapi Cristian Chivu meradang. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar Giuseppe Meazza hingga sang pelatih menyebut bursa transfer Januari ini sangat kejam?

TITIKNOL.ID, MILAN – Kemenangan Inter Milan atas Torino di perempat final Coppa Italia, Kamis (5/2/2026) dini hari, menyisakan cerita pedas. 

Bukannya bersukacita, pelatih I Nerazzurri, Cristian Chivu, justru meluapkan rasa frustrasinya terkait pasifnya pergerakan manajemen klub pada bursa transfer Januari 2026.

Mantan bek legendaris Inter itu secara terbuka menyebut jendela transfer kali ini sebagai momen yang “kejam” bagi skuatnya. Berikut adalah detail kontroversi dan curhatan sang pelatih:

Chivu mengeluhkan kegagalan manajemen mendatangkan nama-nama incaran seperti Ivan Perisic, Moussa Diaby, hingga Curtis Jones yang sempat dirumorkan merapat di deadline day.

Bukannya bertambah kuat, Inter Milan justru melepas tiga pemain (Kristjan Asllani, Valentin serta Franco Carboni) dan hanya membeli Yanis Massolin yang langsung dipinjamkan kembali ke Modena.

“Kami sering membicarakan apa yang kami butuhkan. Klub mencoba melakukan apa yang kami minta sampai akhir, tetapi bursa transfer itu kejam dan tidak selalu berhasil,” keluh Chivu sebagaimana dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

Terpaksa Orbitkan Pasukan Bocah

Kekesalan pelatih asal Rumania ini terlihat jelas dari daftar susunan pemain saat menjamu Torino.

Karena minimnya kedalaman skuat senior, Chivu terpaksa memasukkan sederet pemain muda berusia 19 hingga 21 tahun seperti Luka Topalovic, Matteo Cocchi, hingga Issiaka Kamate.

Ketergantungan pada pemain muda ini dinilai menjadi penyebab performa Inter yang kurang maksimal dan tampak keteteran menghadapi perlawanan Torino, meski akhirnya tetap menang tipis 2-1.

Walau merasa dikhianati oleh situasi bursa transfer yang “kacau”, eks pelatih Inter Primavera ini memilih untuk tetap profesional. Ia menegaskan akan memaksimalkan amunisi yang ada untuk tetap kompetitif di sisa musim 2025-2026.

Baca Juga:   Satpol PP Kukar Tangkap Perempuan Minta Sumbangan Palsu untuk Ponpes Fiktif

“Kami akan berjuang untuk terus maju musim ini. Ada atau tidak ada pemain baru, tekad kami untuk meraih gelar tidak akan berkurang,” pungkas pelatih berusia 45 tahun tersebut.

Langkah manajemen Inter Milan ini dianggap berisiko tinggi. Di tengah jadwal padat domestik dan Eropa, membiarkan Chivu bertarung tanpa tambahan tenaga baru bahkan setelah sang pelatih meminta secara eksplisit bisa menjadi bumerang bagi ambisi juara La Beneamata musim ini. (*)