Isu mangkrak ditepis! Disporapar Paser pastikan pembangunan GOR Basket terus berjalan dengan suntikan dana miliaran rupiah. Cek fasilitas apa saja yang bakal ada di sana
TITIKNOL.ID, TANA PASER – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser memberikan jaminan bahwa seluruh proyek pembangunan venue olahraga di “Bumi Daya Taka” berjalan sesuai rencana.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah progres pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Basket yang kini memasuki tahap penyempurnaan.
Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser, Abdhy Fermana, menegaskan bahwa tidak ada pengerjaan fasilitas olahraga yang terlantar atau mangkrak.
Menurutnya, pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Untuk pengerjaan di tahun 2025, sifatnya memang fokus pada struktur dasar, mulai dari rangka baja hingga atap dan lantai. Bisa kami pastikan, pengerjaan terus berlanjut dan tidak ada yang terbengkalai,” jelas Abdhy pada Rabu (11/2/2026).
Tahun ini, Pemkab Paser telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar khusus untuk melanjutkan pembangunan GOR Basket.
Gedung dengan dimensi 50×40 meter dan tinggi 11 meter ini akan dipoles agar siap digunakan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 mendatang.
Anggaran tersebut akan difokuskan untuk beberapa poin krusial, antara lain:
- Pemasangan dinding dan penataan lantai.
- Pembangunan tribun penonton, toilet, dan ruang ganti.
- Penataan lanskap dan akses halaman yang ramah bagi seluruh pengguna.
“Kami lengkapi seluruh fasilitas pendukungnya tahun ini agar venue benar-benar siap difungsikan sebagai markas pebasket kita,” tambahnya.
Tantangan Anggaran dari Pusat ke Provinsi
Meski progres di lapangan menunjukkan tren positif, Abdhy tidak menampik adanya tantangan di sisi pendanaan.
Harapan Pemkab Paser untuk mendapatkan bantuan keuangan (Bankeu) tambahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim masih terganjal.
Hal ini disebabkan adanya kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak secara nasional, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Pemerintah provinsi belum bisa mengalokasikan bantuan tambahan karena keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dari pusat. Oleh karena itu, kita harus memaksimalkan sumber daya yang ada agar seluruh venue tetap tuntas tepat waktu,” pungkas Abdhy.
(*)












