Penajam

Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Waru Diserbu Pasien Muntah dan Diare

74
×

Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Waru Diserbu Pasien Muntah dan Diare

Sebarkan artikel ini

Pertama kali menerima laporan dari SDN 08 Waru terkait sejumlah siswa yang muntah, bertepatan usai siswa mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan

KERACUNAN – Seorang siswi yang sedang dirawat di Puskesmas Waru, Penajam Paser Utara (PPU).Sebanyak 25 siswa di Kecamatan Waru mengalami peracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Puskesmas Waru mendadak dipenuhi siswa pada Rabu (11/2/2026).

Awalnya hanya lima anak yang dilaporkan mengalami muntah di sekolah. Tak berselang lama, jumlahnya melonjak menjadi 25 orang.

Kepala Puskesmas Waru, Rohani, menjelaskan pihaknya pertama kali menerima laporan dari SDN 08 Waru terkait sejumlah siswa yang muntah, bertepatan usai siswa mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan.

“Pihak sekolah menghubungi kami, katanya ada kejadian muntah. Kemudian puskesmas keliling (pusling) datang ke sekolah,” kata Rohani.

Laporan awal menyebutkan lima siswa mengalami keluhan.

Namun saat tim pusling tiba di sekolah untuk melakukan penanganan dan penjemputan, jumlah anak yang mengeluh sakit terus bertambah.

“Begitu pusling sampai di lokasi, ternyata yang sakit bukan hanya lima. Totalnya menjadi 24 siswa SD,” ujarnya.

Seluruh siswa tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Waru untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tak hanya dari siswa SDN 08 Waru, satu siswa dari SMAN 2 PPU mengeluhkan diare.

Dokter Umum Puskesmas Waru, dr Dian, mengatakan mayoritas anak datang dengan kondisi muntah berulang.

“24 anak pada datang. Ada kondisi di mana seorang anak muntah sampai tiga kali, memuntahkan isian banyak, ada juga yang sedang. Satu siswa SMA itu diare,” jelas dr Dian.

Tim medis langsung melakukan pemeriksaan dan observasi. Anak-anak yang terlihat lemas dipasangi infus, diberikan obat minum, serta oksigen bagi yang membutuhkan.

“Kita sudah periksa, kita observasi dulu, kemudian kita beri obat,” katanya.

Terkait penyebab pasti, pihak puskesmas belum menyimpulkan apakah keluhan tersebut murni akibat keracunan makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) atau faktor lain.

Baca Juga:   Baru 3 Dapur MBG di Samarinda Bersertifikat, Pemkot Perketat Pengawasan Makanan Sekolah

“Apakah keracunan MBG atau lainnya, kami tidak tahu. Yang jelas anak-anak datang mengeluhkan muntah,” tegas dr Dian.

Hingga kini, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik setelah menjalani perawatan. (TN01)