SamarindaTitiknolKaltim

Wajah Baru Masjid Raya Darussalam, jadi Oase Spiritual di Jantung Samarinda

80
×

Wajah Baru Masjid Raya Darussalam, jadi Oase Spiritual di Jantung Samarinda

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN MASJID - WaliKota Samarinda, Andi Harun, secara resmi meresmikan rampungnya renovasi tahap kedua Masjid Raya Darussalam pada Jumat (13/2/2026), tepat usai pelaksanaan ibadah salat Jumat.

Dari sebuah bangunan kayu ulin di tepian Sungai Mahakam pada tahun 1920, kini Masjid Raya Darussalam bersinar kembali sebagai mercusuar spiritual Samarinda. Mari intip wajah barunya pasca-peresmian oleh Walikota Andi Harun

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Masjid Raya Darussalam di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur kini tampil kian megah dan nyaman.

WaliKota Samarinda, Andi Harun, secara resmi meresmikan rampungnya renovasi tahap kedua masjid bersejarah tersebut pada Jumat (13/2/2026), tepat usai pelaksanaan ibadah salat Jumat.

Peresmian ini menjadi momen spesial karena dihadiri oleh jajaran petinggi kota, mulai dari Wakil Wali Kota H. Saefuddin Zuhri, para Asisten, kepala perangkat daerah, hingga tokoh agama dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Walikota Andi Harun menekankan bahwa Masjid Raya Darussalam bukan sekadar bangunan fisik, melainkan saksi bisu perjalanan panjang Samarinda dari sisi sosial, ekonomi, hingga spiritual.

“Keberadaan masjid ini adalah sejarah penting yang lahir dari proses panjang masyarakat kita. Dari yang dulunya hanya bangunan kayu ulin di pinggir Sungai Mahakam, kini berdiri megah di pusat kota,” ujar Andi Harun.

Sejarah mencatat, masjid ini awalnya bernama Masjid Jami’ yang dibangun pada tahun 1920.

Seiring pertumbuhan jemaah, renovasi besar pertama dilakukan pada periode 1952–1955 di bawah arahan tokoh-tokoh besar seperti APT Pranoto.

Sejak saat itu, masjid ini terus bertransformasi menjadi pusat peradaban umat di Kota Tepian.

Berada di lokasi yang sangat strategis, berdekatan dengan Pelabuhan, Citra Niaga, dan Pasar Pagi Masjid Raya Darussalam sempat dianggap berada di titik yang terlalu bising.

Namun, Wali Kota menilai posisi tersebut justru merupakan hikmah besar bagi syiar Islam.

“Di tengah kesibukan umat mencari rezeki di pusat niaga, masjid ini hadir sebagai oase. Penghilang dahaga bagi jiwa yang lelah di tengah hiruk-pikuk duniawi,” ungkapnya puitis.

Baca Juga:   Cara Pj Gubernur Akmal Malik Membangun Ketahanan Pangan Kaltim, Cari hingga ke Negeri China

Fasilitas Modern dan Teknologi Mutakhir

Renovasi Tahap II yang baru saja rampung ini berdiri di atas lahan seluas 15.000 meter persegi. 

Pemerintah Kota Samarinda menggunakan material berkualitas tinggi dan teknologi modern untuk memastikan kenyamanan jemaah.

Beberapa pembaruan yang menonjol meliputi:

  • Sistem Tata Suara: Pengeras suara berkualitas tinggi untuk kejernihan suara azan dan kajian.
  • Fasilitas Wudhu: Area wudhu praktis seluas 10,56 meter persegi yang lebih higienis dan efisien.
  • Interior & Eksterior: Perbaikan menyeluruh yang memperkuat gaya arsitektur khas Timur Tengah.

Mercusuar Spiritual Samarinda

Menutup sambutannya, Andi Harun mengutip QS. An-Nur ayat 36–37, mengingatkan bahwa tujuan utama renovasi ini adalah memuliakan nama Allah SWT.

Ia berharap Masjid Raya Darussalam menjadi ikon keimanan yang mendukung visi Samarinda sebagai kota yang harmonis dan inklusif.

Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbilalamin, renovasi tahap ini telah rampung sempurna. 

“Semoga pintu masjid ini selalu terbuka bagi generasi mendatang untuk beribadah dengan penuh kekhusyukan,” tutup Walikota Samarinda, Andi Harun.

Acara peresmian diakhiri dengan suasana khidmat, menandai babak baru bagi Masjid Raya Darussalam sebagai mercusuar spiritual yang menyatukan hati warga Samarinda. (*)