BalikpapanTitiknolKaltim

Ada Kendala Teknis Saat Mendarat di Balikpapan, 128 Penumpang Sriwijaya Air Berau-BPN Selamat

64
×

Ada Kendala Teknis Saat Mendarat di Balikpapan, 128 Penumpang Sriwijaya Air Berau-BPN Selamat

Sebarkan artikel ini
ANGKUTAN PENERBANGAN - Pesawat terbang lepas landas. Transportasi pesawat jadi andalan untuk kemajuan pariwisata di Berau, Kalimantan Timur.

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Ketegangan sempat mewarnai pendaratan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY135 di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur pada Selasa (17/2/2026).

Pesawat rute Berau (BEJ) menuju Balikpapan (BPN) tersebut dilaporkan mengalami kendala teknis tepat saat menyentuh landasan pacu.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengonfirmasi bahwa pesawat tipe Boeing 737-500 dengan registrasi PK-CLH tersebut mendarat pada pukul 15.38 WITA.

Meski sempat mengalami kendala teknis yang memicu kekhawatiran, pihak bandara memastikan seluruh orang di dalam pesawat dalam kondisi baik. Proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

“Kami pastikan seluruh 128 penumpang dalam keadaan selamat dan baik-baik saja. Saat ini, seluruh penumpang sudah berada di area terminal. Fokus utama kami adalah memastikan kenyamanan mereka pasca-insiden tersebut,” jelas Iwan dalam pernyataan resminya.

Insiden ini sempat berdampak pada lalu lintas penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan. Setidaknya terdapat empat jadwal penerbangan lain yang mengalami keterlambatan (delay) akibat proses penanganan pesawat di landasan.

Terdapat empat penerbangan yang terdampak keterlambatan sekitar 20 menit.

“Namun, saat ini operasional Bandara BPN sudah kembali berjalan normal,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihak otoritas bandara bersama maskapai Sriwijaya Air terus melakukan investigasi mendalam terkait penyebab kendala teknis tersebut.

Langkah-langkah penanganan dilakukan secara intensif guna memastikan kelancaran operasional dan keselamatan penerbangan di masa mendatang tetap terjaga. (*)