MahuluTitiknolKaltim

Nadi Transportasi Mahakam Ulu Kembali Berdenyut, Ada Kapal Tiba di Long Bagun

51
×

Nadi Transportasi Mahakam Ulu Kembali Berdenyut, Ada Kapal Tiba di Long Bagun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kapal penyebrang Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Tidak lagi macet, lalu-lintas air lancar. Meskipun kapal sudah mulai tiba, aktivitas di pelabuhan diakui belum sepenuhnya pulih 100 persen seperti kondisi normal sebelumnya

TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Angin segar berembus bagi warga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Aktivitas pelayaran menuju Long Bagun kini berangsur normal menyusul tibanya kapal Akbar Amanda di Pelabuhan Dermaga Batoq, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (17/2/2026).

Kedatangan armada ini membawa harapan besar bagi pemulihan distribusi logistik dan mobilitas warga yang sempat lumpuh total.

Sebelumnya, urat nadi transportasi sungai ini terhambat oleh rentetan masalah, mulai dari kendala subsidi, kondisi air sungai yang surut, hingga insiden kapal karam yang sempat terjadi di jalur tersebut.

Begitu bersandar di Dermaga Batoq Kelo, aktivitas bongkar muat langsung menggeliat. Reza Hilah, salah seorang buruh pelabuhan, mengungkapkan bahwa kapal tersebut mengangkut penumpang serta berbagai kebutuhan pokok yang sangat dinantikan warga pedalaman.

“Ini adalah kapal kedua yang berhasil sampai ke wilayah hulu. Untuk penumpang, sebagian besar tampaknya sudah turun di Ujoh Bilang karena kapal singgah di sana terlebih dahulu sebelum lanjut ke sini,” ujar Reza.

Reza menambahkan, terhentinya operasional kapal selama beberapa waktu terakhir memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan.

Distribusi barang kiriman, terutama sembako, sempat tersendat hingga memicu fluktuasi harga di pasaran.

Kondisi ini kian pelik karena bertepatan dengan musim kemarau yang membuat kedalaman sungai tidak menentu.

Menuju Pemulihan Sempurna

Meskipun kapal sudah mulai tiba, aktivitas di pelabuhan diakui belum sepenuhnya pulih 100 persen seperti kondisi normal sebelumnya.

Namun, beroperasinya kembali jalur pelayaran ini menjadi solusi atas kesulitan yang dialami warga yang ingin melakukan perjalanan “mudik” maupun “milir” (hilir).

Baca Juga:   Mahasiswa Kecewa Usai DPRD Kaltim Enggan Tanda Tangani Penolakan Pilkada via Legislatif

“Kemarin kondisi memang sulit karena kapal baru mau berangkat tapi ada yang karam. Sekarang alhamdulillah pelayaran sudah mulai berjalan lagi seperti biasa,” tambahnya.

Dengan kembalinya jadwal pelayaran rutin ini, diharapkan stabilitas harga kebutuhan pokok di Mahakam Ulu dapat segera terjaga dan mobilitas masyarakat di jantung Kalimantan Timur ini kembali lancar tanpa kendala berarti. (*)