Nasional

Presiden Prabowo Tiba di Washington, Siap Teken Kesepakatan Tarif Dagang Resiprokal dengan Trump

30
×

Presiden Prabowo Tiba di Washington, Siap Teken Kesepakatan Tarif Dagang Resiprokal dengan Trump

Sebarkan artikel ini
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat ke arah Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, saat mereka mengikuti pengumuman piagam untuk inisiatif Dewan Perdamaian yang bertujuan menyelesaikan konflik global, bersamaan dengan Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-56, di Davos, Swiss, 22 Januari 2026. (Tangkapan Layar Youtube/The White House)

TITIKNOL.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak ke Amerika Serikat sejak Senin (16/2/2026) dalam rangka kunjungan kerja.

Salah satu agenda utamanya adalah penandatanganan kesepakatan tarif dagang resiprokal dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

‎Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menegaskan bahwa seluruh proses negosiasi telah rampung.

Saat ini, dokumen perjanjian tinggal menunggu penandatanganan kedua kepala negara.

‎“Semua perundingan sudah selesai, legal drafting 90 persen, kita tinggal menunggu jadwal tanda tangan, karena yang menandatangani pemimpin negara,” kata Airlangga di kawasan Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

‎Airlangga menjelaskan, setelah penandatanganan dilakukan, masing-masing pemerintah akan melaporkan hasil kesepakatan kepada lembaga legislatif.

Di Amerika Serikat melalui executive order yang dilaporkan ke Kongres, sementara di Indonesia akan disampaikan kepada DPR RI.

‎Meski isi detail kesepakatan belum dibuka secara menyeluruh, pemerintah menargetkan tarif dagang sejumlah komoditas hortikultura ke AS dapat ditekan menjadi 0 persen.

Sebelumnya, tarif resiprokal yang diumumkan AS saat Liberation Day sempat berada di angka 32 persen dan kemudian turun menjadi 19 persen.

‎Komoditas yang berpeluang memperoleh pembebasan tarif antara lain kelapa sawit, kakao, produk agro, mineral, hingga komponen pesawat terbang dan industri tertentu, khususnya dari kawasan perdagangan bebas (FTZ).

‎Di sisi lain, pemerintah AS meminta pembebasan tarif atas sekitar 11.474 dari total 11.552 kode klasifikasi barang (HS) yang masuk ke Indonesia.

Artinya, lebih dari 98 persen produk impor asal AS diharapkan bertarif 0 persen.

‎Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut masih ada sejumlah produk yang dinegosiasikan untuk tidak dikenakan tarif nol persen, seperti minuman beralkohol dan daging babi.

‎Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan salah satu poin kesepakatan adalah komitmen pembelian produk energi dari AS senilai US$ 15 miliar, meliputi LPG, crude oil, hingga BBM jadi.

‎Selain perdagangan, kerja sama sektor pertambangan dan mineral kritis juga menjadi pembahasan.

Baca Juga:   Hadiah Hari Guru, Gubernur Kaltim Targetkan Insentif Honorer Naik 2 Kali Lipat jadi Rp1 Juta

Pemerintah menegaskan prinsip equal treatment bagi seluruh negara yang ingin berinvestasi di Indonesia, termasuk Amerika Serikat.

‎Presiden Prabowo tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Selasa (17/2/2026) pukul 11.55 waktu setempat.

Ia disambut Duta Besar RI untuk AS serta pejabat pertahanan setempat sebelum melanjutkan agenda kunjungan kenegaraan di ibu kota AS tersebut. (*/)