NunukanTitiknolKaltara

Pilot Tewas Terbakar, Evakuasi Pesawat BBM di Krayan Terkendala Hujan dan Medan Terjal

39
×

Pilot Tewas Terbakar, Evakuasi Pesawat BBM di Krayan Terkendala Hujan dan Medan Terjal

Sebarkan artikel ini
PESAWAT JATUH - Wadan Satgas Armed 4 Parahyangan Mayor Hizam mengungkapkan kondisi korban jatuhnya pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (19/2//2026) siang.

TITIKNOL.ID – Wadan Satgas Armed 4 Parahyangan Mayor Hizam mengungkapkan kondisi korban dalam insiden jatuhnya pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026) siang.

‎“Kondisi waktu itu, korban dalam keadaan memang terbakar,” kata Hizam dalam program Kompas Petang di KompasTV, Kamis.

‎Ia menjelaskan, pesawat tersebut diawaki satu orang pilot yang juga menjadi satu-satunya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama di Long Bawan.

‎“Untuk evakuasi bangkai pesawat ini kami sudah laporkan kronologis lengkap kepada unsur terkait dan saat ini menunggu perintah apakah akan ada investigasi lebih mendalam dari tim pusat,” imbuhnya.

‎Hizam menambahkan, proses evakuasi dilakukan dalam kondisi hujan. Medan menuju lokasi kejadian cukup terjal dan licin sehingga menghambat upaya tim gabungan dalam mengevakuasi korban.

‎Dalam kesempatan yang sama, Danramil 0911-06/Krayan Timur Lettu (Inf) Supardi mengatakan jarak antara lokasi jatuhnya pesawat dan permukiman warga sekitar tiga kilometer. Posisi pesawat yang jatuh bahkan terlihat jelas dari perkampungan.

‎Ia menyebut pesawat tersebut mengangkut BBM dari Tarakan menuju Long Bawan. Setelah menyelesaikan distribusi, pesawat hendak kembali ke Tarakan.

‎Sementara itu, Pelita Air menyatakan pesawat yang jatuh merupakan layanan kargo pengangkut BBM, bukan angkutan penumpang.

‎Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, menjelaskan pesawat yang digunakan adalah jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.

‎Penerbangan tersebut merupakan armada khusus untuk misi distribusi BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Pesawat baru saja menyelesaikan misi ke Long Bawan dan dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan.

‎Pihak maskapai menyatakan saat ini tengah melakukan proses investigasi serta koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendalami penyebab insiden tersebut. (*/)