MahuluTitiknolKaltim

Mahakam Ulu Prioritaskan Sanitasi dan Keamanan Pangan Sebelum Mulai Program Makan Bergizi Gratis

63
×

Mahakam Ulu Prioritaskan Sanitasi dan Keamanan Pangan Sebelum Mulai Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
MBG MAHULU 2026 - Ilustrasi makan bergizi gratis para pelajar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu menegaskan bahwa aspek sanitasi dan keamanan pangan menjadi syarat mutlak sebelum program MBG.

Belajar dari daerah lain, Pemkab Mahakam Ulu pastikan program Makan Bergizi Gratis tidak asal jalan. Sertifikat higienitas dan tim quality control kini jadi syarat wajib

TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu menegaskan bahwa aspek sanitasi dan keamanan pangan menjadi syarat mutlak sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi digulirkan. 

Meski saat ini belum ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, persiapan matang terus dilakukan guna menjamin kualitas konsumsi bagi anak sekolah.

Asisten I Setkab Mahakam Ulu, Agustinus Teguh Santoso, menyatakan bahwa pihaknya sangat berhati-hati dalam mempersiapkan program ini.

Belajar dari kasus keracunan makanan yang terjadi di daerah lain, Pemkab Mahakam Ulu berkomitmen mencegah risiko serupa terjadi di wilayahnya.

“Prinsipnya kita belajar dari daerah lain. Kita tidak ingin menghadapi masalah yang sama, terutama terkait risiko keracunan makanan,” ujar Agustinus, Senin (23/2/2026).

Kesiapan Infrastruktur dan Standar Kesehatan

Saat ini, terdapat delapan SPPG yang tengah dalam proses pembangunan, dengan satu unit di antaranya telah rampung 100 persen.

Tim appraisal dari Badan Gizi Nasional (BGN) dijadwalkan segera turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan sebelum operasional dimulai.

Agustinus menekankan bahwa setiap SPPG wajib mengantongi izin penjamah makanan dari Dinas Kesehatan. Standar operasional yang ketat akan diberlakukan, meliputi:

  • Kualitas Air: Air untuk memasak wajib berasal dari sumber bersertifikat dan memenuhi standar kesehatan.
  • Manajemen Dapur: Pemisahan dapur basah dan kering untuk mencegah kontaminasi silang.
  • Sanitasi Lingkungan: Pengolahan limbah yang baik dan pengendalian vektor penyakit (seperti lalat).
  • APD: Penggunaan alat pelindung diri bagi petugas pengolah makanan.

Pengawasan Berkala dan Kontrol Kualitas

Tak hanya di awal, pengawasan akan dilakukan secara rutin melalui inspeksi berkala oleh Dinas Kesehatan.

Baca Juga:   Terungkap Modus 7 Ibu Rumah Tangga jadi Pelaku Pencurian Kendaraan di Paser Kaltim

Pengaturan waktu memasak pun diatur sedemikian rupa agar makanan yang sampai ke tangan anak-anak tetap segar dan tidak basi.

Guna memperkuat pengamanan, setiap SPPG akan memiliki tim pengendali mutu (quality control).

Sebelum didistribusikan, makanan harus dicicipi dan diperiksa secara fisik untuk memastikan tidak ada perubahan rasa atau tekstur.

“Keamanan makanan benar-benar harus terjamin,” tegas Agustinus.

Langkah preventif ini diambil mengingat sasaran utama program adalah anak-anak usia sekolah yang berada dalam masa pertumbuhan.

Sehingga kualitas gizi dan kebersihan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. (*)