Nasional

Presiden Prabowo di Hadapan Investor: Indonesia Bukan Lagi ‘Sleeping Giant’, Investor Global Kelola Aset Rp270 Kuadriliun Siap Masuk

9
×

Presiden Prabowo di Hadapan Investor: Indonesia Bukan Lagi ‘Sleeping Giant’, Investor Global Kelola Aset Rp270 Kuadriliun Siap Masuk

Sebarkan artikel ini
TAMBANG - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan komitmen Indonesia melawan praktik ilegal saat bicara dalam di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Foto: Prabowo Subianto (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

TITIKNOL.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini bukan lagi “raksasa tidur” atau sleeping giant, melainkan telah bangkit untuk mengembangkan dan memperkuat perekonomian nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka pertemuan dengan 12 pimpinan perusahaan investasi global di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat.

Di hadapan para investor kelas dunia tersebut, Prabowo menekankan momentum kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Selama ini Indonesia dikenal sebagai sleeping giant, tetapi kita tidak tidur lagi. Sekarang waktunya bangun dan bersama-sama mengembangkan serta meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, usai pertemuan.

Rosan menyebut para investor mengapresiasi berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintahan Prabowo.

Menurutnya, kebijakan tersebut membuat Indonesia dipandang semakin besar dan kian diperhitungkan dalam peta investasi global.

“Mereka memuji kebijakan-kebijakan Bapak Presiden yang membuat Indonesia kini dilihat lebih besar dan memiliki posisi strategis dalam investasi dunia,” katanya.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan para investor secara khusus menyoroti komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem hukum dan kepastian regulasi sebagai fondasi investasi jangka panjang.

Para investor juga mengapresiasi pembentukan BPI Danantara yang diinisiasi Presiden Prabowo.

Lembaga tersebut dinilai berpotensi menjadi mitra strategis karena konsepnya sejalan dengan sovereign wealth fund yang telah mereka gandeng di berbagai negara.

“Mereka ingin mulai berinvestasi melalui skema kemitraan dan melihat Danantara sebagai salah satu calon mitra strategis,” ujar Pandu.

Dalam kunjungan kerja ke AS tersebut, Presiden Prabowo menerima 12 pimpinan perusahaan investasi terkemuka dunia dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) mencapai sekitar US$16 triliun atau setara Rp270 kuadriliun.

Baca Juga:   Presiden Prabowo Tanggapi Polemik Penundaan CPNS: Sedang Diurus Semuanya

Dalam forum itu, Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, langkah konkret penguatan iklim investasi, serta komitmen pemerintah menjaga stabilitas dan kepastian hukum.

Pertemuan kemudian dilanjutkan secara one-on-one untuk membahas peluang kerja sama lebih lanjut.

Turut mendampingi Presiden dalam agenda tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, serta Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie. (*)