Bukan cuma soal Mie Gacoan yang viral, ternyata ini alasan rahasia mengapa investor kelas kakap kini berebut masuk ke Berau, Kalimantan Timur
TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau kini tengah bertransformasi menjadi primadona baru bagi para investor waralaba nasional.
Kehadiran gerai-gerai fenomenal seperti Mie Gacoan hingga ekspansi masif ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart menjadi bukti nyata bahwa potensi ekonomi di “Bumi Batiwakkal” tidak bisa dipandang sebelah mata.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengungkapkan bahwa grafik investasi di sektor franchise terus menunjukkan tren positif.
Menurutnya, para raksasa bisnis tersebut tidak asal pilih lokasi; mereka telah melakukan survei mendalam terhadap kekuatan ekonomi lokal.
Nanang menjelaskan, alasan utama merek-merek besar seperti Mie Gacoan, Roti’O, hingga jaringan minimarket nasional berani menancapkan kuku di Berau adalah penilaian terhadap kemampuan finansial masyarakatnya yang mumpuni.
“Para investor ini pasti sudah melakukan riset pasar sebelum masuk. Mereka melihat daya beli masyarakat Berau sangat tinggi. Faktor inilah yang membuat mereka sangat yakin untuk membuka usaha di sini,” jelas Nanang kepada media, Jumat (6/3/2026).
Tak hanya kuliner dan ritel, sektor jasa perhotelan pun mulai bersolek.
Salah satu hotel lokal, Asco, kini tengah melakukan penyesuaian regulasi untuk meningkatkan kelas dan fungsinya demi menyambut lonjakan tamu dari luar daerah.
Selain faktor konsumsi masyarakat, letak geografis Berau menjadi “kartu as” dalam menarik minat penanam modal.
Berau kini berfungsi sebagai kota transit vital yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara.
Berau memang kota kecil, tapi posisinya sangat strategis sebagai penghubung antarprovinsi.
Apalagi infrastruktur seperti jembatan di wilayah pesisir kini sudah terkoneksi semua.
“Hal ini sangat berpengaruh pada kelancaran arus investasi dan logistik,” tambah Nanang.
Komitmen pada Regulasi dan Perizinan
Meski pintu investasi terbuka lebar, Pemerintah Kabupaten Berau tetap mengedepankan pengawasan ketat terkait regulasi dan perizinan.
Nanang memastikan komunikasi dengan para pengusaha, termasuk pihak manajemen Mie Gacoan, terus berjalan intensif agar operasional mereka selaras dengan aturan daerah.
“Kami sangat terbuka (welcome) selama kehadiran mereka memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, yang terpenting adalah semua regulasi dan administrasi harus dipenuhi. Sejauh ini, para investor cukup responsif dan kooperatif dalam mengikuti prosedur yang ada,” pungkasnya. (*)












