Jangan sampai niat hati ingin pulang kampung dengan bahagia, justru berujung duka. Menjelang mudik Lebaran 2026, Bupati Nunukan resmi mengeluarkan alarm kewaspadaan bagi seluruh warga terkait potensi bencana yang mengintai di jalur-jalur rawan
TITIKNOL.ID, NUNUKAN – Menjelang periode mudik dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mulai memasang alarm kewaspadaan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Tingginya mobilitas masyarakat di masa lebaran tahun 2026 ini memicu perhatian serius terkait potensi bencana alam di sejumlah titik rawan.
Melalui Surat Edaran Nomor B.62/360/BPBD/III/2026, Bupati Nunukan menginstruksikan seluruh jajaran instansi, camat, kepala desa, hingga lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menekankan bahwa langkah pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan saat musibah terjadi.
Ia meminta warga untuk aktif memantau informasi cuaca terkini.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci agar risiko bencana bisa kita minimalisir bersama,” pesan Irwan Sabri.
Setiap wilayah di Nunukan memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda.
Oleh karena itu, masyarakat diminta segera melaporkan tanda-tanda bahaya melalui layanan darurat 112 atau call center BPBD Nunukan di nomor 08115379995.
Payung Hukum dan Kesiapan BPBD
Instruksi ini bukan tanpa dasar. Edaran tersebut mengacu pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Bupati Nunukan Nomor 28 Tahun 2025.
Analisa prakiraan cuaca BMKG per 2 Maret 2026 juga menjadi landasan utama dikeluarkannya peringatan ini.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan status prioritas untuk kesiapsiagaan mudik tahun ini.
Berikut langkah strategis BPBD Nunukan:
- Sosialisasi Masif: Menjangkau seluruh instansi hingga perangkat desa agar informasi tak terputus.
- Kesiapan Alutsista: Personel dan peralatan evakuasi lengkap siap dikerahkan kapan saja.
- Sinergi Stakeholder: Koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk media massa.
- Pusdalops 24 Jam: Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) bersiaga penuh sebagai komando penanganan.
- Update Berkala: Menyajikan data kondisi lapangan setiap hari agar warga bisa mengambil langkah aman.
“Kami minta masyarakat tetap waspada dan jangan panik. Prinsipnya adalah siap menghadapi kemungkinan terburuk. Kesiapsiagaan bisa menyelamatkan nyawa,” ujar H. Asmar pada Sabtu (7/3/2026).
Respons Warga, Mudik Harus Aman
Langkah cepat Pemkab Nunukan ini mendapat sambutan positif dari warga.
Animirta, salah satu warga Kecamatan Nunukan Tengah, mengaku lebih merasa tenang namun tetap mawas diri setelah adanya imbauan ini.
“Kalau BPBD sudah mengingatkan, kami pasti lebih hati-hati, apalagi mau mudik. Kita semua ingin libur Lebaran berjalan lancar tanpa ada musibah,” ungkapnya saat ditemui Sabtu siang.
Pemkab Nunukan berharap, dengan sinergi antara petugas dan warga, momen perayaan Idul Fitri 1447 H di wilayah perbatasan ini dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif. (*)












