Nasional

Saling Silang Data Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Sebut 2 Sipil 

53
×

Saling Silang Data Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Sebut 2 Sipil 

Sebarkan artikel ini
Terduga pelaku penyiraman air keras. Penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menemui babak baru yang cukup alot.

Siapa sebenarnya eksekutor penyiraman air keras Andrie Yunus? Polda Metro Jaya rilis 2 inisial sipil, tapi Puspom TNI justru tahan 4 oknum anggota BAIS. Kok bisa beda data? Simak selengkapnya

TITIKNOL.ID, JAKARTA – Penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menemui babak baru yang cukup alot.

Muncul perbedaan data signifikan antara Polda Metro Jaya dan Polisi Militer (Puspom) TNI terkait identitas dan jumlah eksekutor dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis 12 Maret 2026 lalu.

Polda Metro Jaya, melalui rekaman CCTV, mengidentifikasi dua orang terduga pelaku dengan inisial BHC dan MAK.

Sebaliknya, Puspom TNI merilis data yang jauh berbeda.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, mengungkapkan pihaknya telah mengamankan empat oknum prajurit yang diduga terlibat.

Keempat oknum tersebut diketahui berpangkat Kapten (NDP), Lettu (SL), Lettu (BHW), dan Serda (ES).

Keempatnya diduga merupakan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan saat ini telah ditahan di Pomdam Jaya dengan status Super Security Maximum.

Menanggapi dualisme data ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyatakan akan segera melakukan koordinasi tingkat tinggi dengan institusi TNI.

“Saya belum koordinasi sama sekali (terkait perbedaan data). Kami akan melaporkan hal ini kepada pimpinan dan mengoordinasikannya terlebih dahulu,” ujar Irjen Pol Asep di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).

Di sisi lain, Ketua Kompolnas Choirul Anam menilai langkah kepolisian sudah cukup objektif.

Menurutnya, penggunaan rekaman CCTV sebagai basis identifikasi adalah bukti kuat yang bisa diuji publik.

“Siapa pun di balik peristiwa ini, ketika berhadapan dengan hukum dan faktanya kuat, harus diproses secara maksimal,” tegas Anam.

Baca Juga:   Cegah Penyakit Rawan Saat Musim Hujan, Dinkes PPU Ingatkan Masyarakat Terapkan PHBS

Kronologi Kejadian di Salemba

Peristiwa nahas ini menimpa Andrie Yunus saat ia sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.37 WIB.

Dua orang berboncengan motor yang datang dari arah berlawanan tiba-tiba menyiramkan cairan asam ke arah korban.

Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius pada bagian wajah, dada, mata, serta kedua tangannya.

Meski eksekutor mulai terkuak, misteri mengenai motif dan otak di balik serangan ini masih menjadi fokus utama penyelidikan.

Pihak TNI menegaskan tidak akan berhenti pada level eksekutor saja.

“Terkait dengan perintah siapa, ini yang akan terus kita dalami,” tegas Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto.

Polda Metro Jaya melalui Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Iman Imanudin, juga memastikan akan berkolaborasi penuh dengan TNI untuk menyinkronkan temuan fakta penyidikan di lapangan.

(*)