Nasional

Buntut Penyerangan Aktivis KontraS, Pucuk Pimpinan BAIS TNI Serahkan Jabatan

51
×

Buntut Penyerangan Aktivis KontraS, Pucuk Pimpinan BAIS TNI Serahkan Jabatan

Sebarkan artikel ini
PENYIRAMAN AIR KERAS - Ilustrasi dugaan kejahatan pidana penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. (Gemini Ai)

Bentuk pertanggungjawaban nyata atau sekadar pergeseran posisi? Letjen Yudi Abdimantyo resmi melepas jabatan Kabais TNI setelah empat prajuritnya diduga terlibat dalam teror terhadap Andrie Yunus. Simak perkembangan terbarunya

TITIKNOL.ID, JAKARTA – Buntut panjang kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, akhirnya mengguncang pucuk pimpinan intelijen militer. Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letjen Yudi Abdimantyo, resmi menyerahkan jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas keterlibatan sejumlah anak buahnya dalam aksi brutal tersebut.

Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi langsung oleh Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (25/3/2026).

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Mayjen Aulia singkat di hadapan awak media.

Meski demikian, pihak Mabes TNI masih menutup rapat informasi mengenai status jabatan tersebut, apakah Letjen Yudi mengundurkan diri secara sukarela atau dicopot langsung oleh Panglima TNI. 

Mayjen Aulia juga enggan membeberkan siapa sosok yang akan mengisi posisi strategis di BAIS TNI tersebut.

Kronologi Teror dan Keterlibatan Oknum TNI Tragedi ini bermula pada Kamis malam (12/3/2026), saat Andrie Yunus diserang di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Ironisnya, pelaku penyerangan diduga kuat adalah empat prajurit TNI yang bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI, yakni NDP, SL, BHW, dan ES.

Serangan tersebut terjadi hanya berselang beberapa jam setelah Andrie menyelesaikan rekaman siniar (podcast) di kantor YLBHI.

Saat itu, ia membahas isu sensitif mengenai “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”

Kondisi Terkini Korban Hingga saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Luka bakar kimia yang dideritanya mencapai 20 persen di bagian tubuh.

Baca Juga:   Ditunjuk Jadi Plt Kadis PUPR PPU, Ini Skala Prioritas Khairuddin

Berdasarkan laporan medis terbaru, kondisi mata kanan Andrie menjadi perhatian utama tim dokter.

“Pasien mengalami trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut,” bunyi pernyataan resmi pihak rumah sakit.

Proses Hukum Berlanjut Saat ini, keempat oknum prajurit tersebut telah ditahan di sel Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk menjalani proses hukum.

Meskipun jabatan Kabais telah diserahkan, publik dan aktivis kemanusiaan terus mendesak transparansi penuh.

Penyerahan jabatan ini dianggap barulah langkah awal dalam mengungkap motif di balik teror terhadap pembela HAM di tanah air. 

(*)