TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026) sore.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan program energi nasional sekaligus arahan strategis Presiden terkait efisiensi dan penataan badan usaha milik negara (BUMN).
Momen pertemuan itu dibagikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Senin (10/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Simon melaporkan perkembangan pelaksanaan Program Mandatori B50, yakni penggunaan campuran biodiesel 50 persen, yang sebelumnya resmi diluncurkan Presiden Prabowo pada Juli 2026.
Selain membahas implementasi B50, pertemuan tersebut juga membahas kesiapan infrastruktur pendukung sebagai bagian dari persiapan penerapan mandatori bioetanol oleh pemerintah.
Tak hanya sektor energi, Prabowo juga memberikan arahan mengenai penataan dan restrukturisasi kelembagaan di lingkungan BUMN.
Presiden meminta pengurangan lapisan birokrasi serta penertiban struktur anak dan cucu perusahaan di sejumlah BUMN.
”Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” tulis Teddy dalam unggahannya.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk menyederhanakan struktur organisasi sehingga proses pengambilan keputusan di tingkat manajemen maupun operasional dapat berlangsung lebih cepat.
Selain itu, restrukturisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan, sekaligus memperkuat efisiensi anggaran dan operasional di seluruh ekosistem BUMN.
Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pengelolaan BUMN yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berdaya saing. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi BUMN terhadap ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional. (*/)












