TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan kerja ke luar negeri yang dilakukannya bertujuan untuk menjaga kepentingan rakyat Indonesia, terutama dalam mempertahankan dan membuka lapangan kerja.
Menurut Prabowo, lawatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang berdampak pada ekonomi nasional.
“Saya jalan-jalan (kunjungan kerja luar negeri) untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja,” ujar Prabowo sebagaimana dikutip dari unggahan media sosial resmi pemerintah, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, meskipun para menteri telah menjalankan tugasnya masing-masing, terdapat sejumlah hal strategis yang membutuhkan kehadiran langsung kepala negara untuk melakukan lobi tingkat tinggi.
Prabowo menilai, keputusan penting dalam kerja sama internasional kerap harus diselesaikan secara langsung oleh pemimpin negara guna mencapai kesepakatan yang menguntungkan.
“Saya kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja, namun di ujungnya saya harus datang. Ada hal-hal yang penting harus deal langsung,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun posisi tawar yang kuat dalam setiap hubungan antarnegara agar Indonesia mampu melindungi kepentingan nasional.
“Dalam setiap hubungan memang harus ada posisi tawar, harus dari posisi kuat. Nah, itu yang sedang kita kerjakan sekarang,” lanjut Prabowo.
Dalam waktu dekat, Presiden dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jepang pada 29–31 Maret 2026 dan ke Korea Selatan pada 31 Maret–2 April 2026.
Agenda kunjungan mencakup pertemuan dengan Sanae Takaichi serta menghadiri jamuan kenegaraan bersama Kaisar Jepang, yang diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis kedua negara dengan Indonesia. (*/)
Presiden Prabowo Tegaskan Lawatan Luar Negeri Demi Lapangan Kerja, Siap Lobi Langsung ke Jepang dan Korsel












