PenajamTitiknolKaltim

PPU Masuk Calon Lokasi Prioritas Sekolah Nasional Terintegrasi 2026, Bupati Mudyat Noor Tegaskan Kesiapan Daerah

3
×

PPU Masuk Calon Lokasi Prioritas Sekolah Nasional Terintegrasi 2026, Bupati Mudyat Noor Tegaskan Kesiapan Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri Rapat Koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, Kamis, (11/6/2026).

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masuk dalam daftar calon lokasi prioritas pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026.

Penetapan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam mendorong pemerataan pendidikan berkualitas di daerah.

‎Bupati PPU, Mudyat Noor, menghadiri langsung Rapat Koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan SNT Tahun 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, Kamis (11/6/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 itu dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI), Gogot Suharwoto. Forum tersebut diikuti kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota yang diusulkan menjadi lokasi pelaksanaan Program SNT.

‎Kehadiran Mudyat Noor dalam agenda nasional tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten PPU dalam mendukung program peningkatan kualitas pendidikan yang merata, inklusif, dan berdaya saing sebagaimana dicanangkan pemerintah pusat.

‎Komitmen tersebut membuahkan hasil positif. Setelah melalui proses asesmen dan verifikasi lapangan oleh Kemendikdasmen, Kabupaten PPU ditetapkan sebagai salah satu calon lokasi prioritas Program Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026.

‎Menanggapi hal tersebut, Mudyat Noor menyatakan kesiapan penuh PPU untuk menyukseskan program yang digagas Kemendikdasmen tersebut.

Menurutnya, SNT akan menjadi sarana strategis dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak daerah.

‎”Kami menyambut baik Program Sekolah Nasional Terintegrasi ini. Kabupaten PPU siap menjadi salah satu daerah percontohan. Sasaran utama kami adalah memastikan anak-anak berprestasi di setiap kecamatan, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan sosial, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar secara gratis,” ujar Mudyat Noor.

‎Ia menambahkan, Program SNT tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di masa depan.

‎Melalui program tersebut, pemerintah berharap kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat ditekan, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan berstandar tinggi.

‎Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa Program SNT merupakan bentuk komitmen bersama lintas sektor untuk menghadirkan pendidikan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

‎”SNT bukan sekadar program pembangunan infrastruktur fisik, melainkan komitmen bersama lintas waktu dan lintas sektor. Pemerintah daerah berperan sebagai penggerak dan mitra strategis yang menjembatani kolaborasi serta membangun sinergi dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayahnya,” jelas Gogot.

‎Dalam kesempatan itu, Gogot juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga komitmen dan memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, terintegrasi, dan dapat diakses hingga ke pelosok Indonesia.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Dr. Eko Susanto, serta 25 kepala daerah kabupaten/kota yang menjadi calon lokasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026, termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara. (*/)