Nasional

BGN Bantah Isu Bagi Keuntungan MBG ke Prabowo, Tegaskan Narasi yang Beredar Hoaks

5
×

BGN Bantah Isu Bagi Keuntungan MBG ke Prabowo, Tegaskan Narasi yang Beredar Hoaks

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta.

TITIKNOL.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial dan mengatasnamakan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, terkait tuduhan pembagian keuntungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto merupakan informasi palsu atau hoaks.

‎BGN memastikan pernyataan yang beredar tersebut tidak pernah disampaikan oleh Nanik maupun pihak resmi lembaga.

Karena itu, informasi tersebut dinilai sebagai bentuk disinformasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat dan menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

‎Dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026), Nanik menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang beredar luas melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

‎”Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan,” tegas Nanik.

‎Menurutnya, pencatutan nama pejabat publik untuk membangun narasi provokatif kerap dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

‎Nanik mengingatkan pentingnya memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

‎”Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

‎BGN juga menegaskan bahwa seluruh pernyataan resmi lembaga hanya disampaikan melalui saluran komunikasi resmi, baik dalam bentuk siaran pers, situs web resmi, maupun akun media sosial yang telah terverifikasi.

‎Oleh karena itu, informasi yang beredar di luar kanal resmi tersebut tidak dapat dijadikan rujukan yang sah dan perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipercaya.

‎Lebih lanjut, BGN mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dengan mengedepankan fakta dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat manipulatif, provokatif, maupun mengandung unsur fitnah.

‎”Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah,” pungkas Nanik.

‎BGN berharap masyarakat semakin kritis dalam menyaring informasi yang beredar di ruang digital sehingga penyebaran hoaks dapat diminimalkan dan kepercayaan publik terhadap informasi resmi tetap terjaga. (*/)