PenajamTitiknolKaltim

PPU Kembangkan Sentra Bibit Rumput Laut, Targetkan Produksi dan Kualitas Meningkat‎

6
×

PPU Kembangkan Sentra Bibit Rumput Laut, Targetkan Produksi dan Kualitas Meningkat‎

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan pengembangan sumber bibit baru untuk mendorong produktivitas budidaya rumput laut di Babulu Laut.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan pengembangan sumber bibit baru untuk mendorong produktivitas budidaya rumput laut di Babulu Laut.

‎Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan komoditas sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen para pembudidaya rumput laut.

‎Program pengembangan bibit akan dimulai melalui pembangunan demplot atau lahan percontohan yang dikembangkan bersama pemerintah desa.

Bibit yang digunakan berasal dari sumber genetik tertentu dan akan melalui tahap pengujian untuk melihat pertumbuhan serta kualitasnya sebelum dikembangkan lebih luas.

‎Kepala Dinas Perikanan (Diskan) PPU Andi Trasodiharto mengatakan, pengembangan sumber bibit diperlukan karena budidaya rumput laut di Babulu Laut telah menjadi salah satu aktivitas ekonomi masyarakat.

‎Saat ini, jenis Gracilaria menjadi salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di kawasan tambak.

‎“Rumput laut Gracilaria yang dibudidayakan di tambak produksinya cukup besar, kurang lebih mencapai 9.000 ton dan berada di wilayah Babulu Laut,” kata Andi, Minggu (21/9/2026).

‎Menurutnya, ketergantungan terhadap satu sumber bibit dalam jangka panjang perlu diantisipasi. Karena itu, pemerintah daerah mendorong terbentuknya sentra-sentra bibit yang dapat menjadi alternatif bagi pembudidaya.

‎“Harus ada sentra-sentra bibit yang nanti bisa dikembangkan, sehingga kita tidak hanya bergantung pada satu sumber,” ujarnya.

‎Pengembangan demplot tersebut nantinya melibatkan akademisi dari Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman. Keterlibatan akademisi diperlukan untuk mengamati perkembangan bibit sekaligus menentukan metode budidaya yang sesuai dengan karakteristik tambak masyarakat.

‎Selain memperkuat sisi produksi, Diskan PPU juga memberikan perhatian terhadap penanganan rumput laut setelah panen.

‎Proses pembersihan dan pengeringan dinilai turut menentukan kualitas serta nilai jual rumput laut. Pembudidaya perlu memastikan hasil panen terbebas dari pasir dan lumpur serta menerapkan teknik pengeringan yang tepat.

‎Dengan penanganan pascapanen yang lebih baik, kualitas rumput laut kering diharapkan meningkat sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

‎Pemkab PPU juga tengah membuka peluang kerja sama dengan investor untuk membangun fasilitas pengering atau oven. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hasil panen sekaligus mendukung kepastian penyerapan produk.

‎Saat ini, sebagian besar rumput laut hasil budidaya masyarakat masih dipasarkan dalam bentuk kering. Setelah dijemur dan dikemas, produk tersebut dikirim ke Sulawesi sebelum kembali dipasarkan ke Surabaya.

‎Melalui pengembangan sumber bibit, perbaikan penanganan pascapanen, dan penguatan akses pasar, Pemkab PPU berharap komoditas rumput laut Babulu Laut memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi serta mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya. (*/)