BalikpapanTitiknolKaltim

Pemkot Balikpapan Sinergikan CPPD 2026 dengan Program Percepatan Penurunan Stunting

2
×

Pemkot Balikpapan Sinergikan CPPD 2026 dengan Program Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Saat Penyaluran CPPD 2026, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (5/10/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengarahkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) 2026 tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari intervensi percepatan penurunan stunting.
‎
‎Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, penyaluran CPPD pada Oktober 2026 secara khusus disinergikan dengan program penanganan stunting dengan menyasar ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
‎
‎Menurut Rahmad, pemenuhan gizi harus dimulai sejak masa kehamilan. Sebab, kondisi kesehatan dan kecukupan gizi ibu turut memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan janin.
‎
‎“Investasi kesehatan dan pemenuhan gizi harus dimulai sejak dini, bahkan sejak anak masih berada di dalam kandungan,” kata Rahmad saat Penyaluran CPPD 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (5/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, ibu hamil dengan kondisi KEK berisiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko stunting pada anak.
‎
‎Karena itu, bantuan pangan berupa beras CPPD dan ayam beku diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, baik kebutuhan zat gizi makro maupun mikro.
‎
‎“Melalui pemberian bantuan pangan berupa beras CPPD dan ayam beku ini, kita berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, sehingga janin dapat tumbuh dengan optimal dan lahir dalam keadaan sehat serta bebas dari stunting,” ujarnya.
‎
‎Rahmad menegaskan, ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Pemerintah berkewajiban memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
‎
‎Namun, menurutnya, penanganan persoalan gizi tidak dapat dilakukan hanya melalui pemberian bantuan pangan. Intervensi harus dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak.
‎
‎Ia meminta Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan bersama instansi terkait memastikan pendistribusian bantuan berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.
‎
‎“Evaluasi berkala harus tetap dilakukan agar intervensi yang kita berikan benar-benar memberikan dampak positif terhadap penurunan angka stunting di Balikpapan,” tegasnya.
‎
‎Rahmad juga mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan pangan yang diberikan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga. Khusus bagi ibu hamil, ia meminta pemeriksaan kehamilan dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan.
‎
‎Pemkot Balikpapan berharap sinergi antara program ketahanan pangan dan intervensi kesehatan tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan stunting, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Balikpapan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (*)