Penajam

Perkimtan PPU akan Anggarkan Rp3 Miliar untuk Bangun Jalan dan Drainase di Perumahan Eks Korban Kebakaran Penajam

221
×

Perkimtan PPU akan Anggarkan Rp3 Miliar untuk Bangun Jalan dan Drainase di Perumahan Eks Korban Kebakaran Penajam

Sebarkan artikel ini

Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Penajam Paser Utara (PPU), akan mengusulkan anggaran Rp3 miliar  untuk pembangunan sarana dan prasarana di perumahan eks kebakaran Penajam di APBD 2025 mendatang

Kepala Bidang Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan Perkimtan PPU Khairil Achmad menjelaskan, anggaran Rp3 miliar  tersebut akan diperuntukkan untuk membangunan akses jalan serta drainase.TITIKNOL.ID

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Penajam Paser Utara (PPU), akan mengusulkan anggaran Rp3 miliar  untuk pembangunan sarana dan prasarana di perumahan eks kebakaran Penajam di APBD 2025 mendatang.

Kepala Bidang Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan Perkimtan PPU Khairil Achmad menjelaskan, anggaran tersebut akan diperuntukkan untuk pembangunan akses jalan serta drainase.

Karena untuk akses jalan di perumahan eks korban kebakaran Penajam tersebut belum memadai sehingga diupayakan dianggarkan lagi agar bisa menjadi perumahan layak huni.

“Kami juga akan melengkapi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU). Kami juga prioritaskan jalan karena kalau hujan masih becek,” ujarnya.

Khairil menambahkan, untuk pembangunan drainase pembuangan juga diperlukan karena juga belum tersedia sehingga bila hujan dikhawatirkan akan banjir.

Sebelumnya, Perkimtan PPU telah menyerahkan bantuan rumah kepada para korban kebakaran di Penajam.

Sebelumnya, 20 unit rumah yang telah dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah diserahkan beberapa tahun lalu.

“40 unit yang sudah kami bangun juga sudah kami serahkan,” katanya.

Khairil mengatakan, selama 5 tahun mereka baru mendapatkan bantuan rumah karena baru selesai dibangun tahun lalu sebanyak 40 unit.

Ia menjelaskan, untuk membangunan 40 unit rumah dengan type 36 tersebut menghabiskan anggaran Rp9 miliar lebih. (*)