Aktivitas pembongkaran dan pengaspalan biasanya dikerjakan pada malam hari. Hal ini menyesuaikan berkurangnya kepadatan lalu lintas dan minimnya aktivitas masyarakat.
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Belakangan hari ini, terjadi kecelakaan yang merenggang dua korban jiwa di Jembatan Mahkota II, alias Jembatan Achmad Amiens, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Saat ini Jembatan Achmad Amiens sedang dilakukan pengaspalan. Dari kegiatan inilah kemudian dituding sebagai penyebab terjadinya kecelakaan lalu-lintas.
Jembatan Achmad Amiens menghubungkan dua kecamatan, yakni:
- Palaran;
- dan Sambutan.
Sebelumnya pengerjaan kegiatan ini sudah diinformasikan melalui spanduk pemberitahuan dan akun resmi instagram dari Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, juga dilanjutkan dengan pengamanan lalu lintas dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda.
Sebab saat proses pengupasan dan pengaspalan ulang akan diterapkan sistem buka tutup jalur.
Namun, pada saat di hari kejadian naas tersebut, berdasarkan laporan warga memang tidak terlihat petugas keamanan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Samarinda melalui kepala seksi Pengendalian dan Penertiban (Daltib) Surono, bahwa selama proses pengerjaan proyek pihaknya turut menurunkan personel, namun disesuaikan dengan permintaan dari pihak kontraktor selaku pelaksanaan kegiatan.
“Kami melakukan pengamanan sesuai dengan informasi dari pihak pelaksana, di luar itu anggota kami memang tidak ada di lokasi,” ujar Surono.
Dijelaskannya, aktivitas pembongkaran dan pengaspalan biasanya dikerjakan pada malam hari. Hal ini menyesuaikan berkurangnya kepadatan lalu lintas dan minimnya aktivitas masyarakat.
Di samping itu, pihaknya tak bisa berbuat banyak, dan beberapa waktu belakangan ini belum menerima arahan dari pihak pelaksana dalam hal pengamanan lalu-lintas di kawasan Jembatan Mahkota II, Kota Samarinda.
“Jadi saat ini kami tinggal menunggu saja dari pihak kontraktor. Kami juga tidak ingin menyalahi kewenangan,” tutupnya.
Kabar ini pun akhirnya sampai ke Wali Kota Samarinda Andi Harun. Orang nomor satu di Samarinda ini pun turut berbelasungkawa atas kejadian naas yang menimpa dua warga Kota Samarinda ini.
“Kami sampaikan turut berduka atas kejadian ini, saya bakal evaluasi petugas. Karena seharusnya memang ada yang jaga lalu lintas di sana,” kata Walikota Samarinda, Andi Harun pada 30 Juli 2024 saat di Mercure Samarinda.
Lebih lanjut, Walikota Samarinda, Andi Harun mengaku bahwa kegiatan ini pengaspalan Jembatan Achmad Amiens merupakan bagian dari aspirasi masyarakat. Mengingat sejak jembatan ini diresmikan 7 tahun lalu, belum pernah tersentuh pemeliharaan.
Tak jarang ada kekhawatiran dari masyarakat terkait kondisi jalan jembatan yang perlu untuk di perbaiki. Sebab itulah di tahun ini Pemkot Samarinda juga berfokus melakukan kegiatan pemeliharaan jembatan ini.
“Kami mohon atas kejadian ini,” pungkas Andi Harun. (*)












