TITIKNOL.ID – Program Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) Kabupaten Bulungan menarik perhatian dunia internasional. Kali ini, Bank Dunia secara khusus datang ke Bumi Tenguyun untuk mempelajari lebih dalam keberhasilan program yang digagas Pemkab Bulungan ini.
Dalam kunjungannya, Senin (19/8/2024), perwakilan Bank Dunia, Hannah Duncan, beserta tim disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, Risdianto. Duncan mengapresiasi komitmen kuat Pemkab Bulungan dalam menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan melalui program TAKE.
“Bulungan telah menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengadopsi skema transfer fiskal ekologis,” ujar Duncan.
TAKE, Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Menurut Duncan, program TAKE menjadi jawaban atas tantangan pembangunan yang seringkali mengabaikan aspek lingkungan. Dengan mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan-kegiatan ramah lingkungan di tingkat desa, program ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.
“Kami akan menjadikan Bulungan sebagai studi kasus untuk pengembangan kebijakan dana desa di tingkat nasional,” tambah Duncan.
Fokus pada Pembangunan Desa
Selain bertemu dengan pejabat daerah, tim Bank Dunia juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan desa dan organisasi masyarakat sipil. Tujuannya untuk menggali lebih dalam implementasi program TAKE di lapangan.
“Kami ingin mengetahui secara langsung bagaimana program ini berdampak pada kehidupan masyarakat desa,” kata Duncan.
Komitmen Kuat
Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, Risdianto, menegaskan bahwa program TAKE merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Bulungan.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, keberhasilan program TAKE Bulungan Hijau berlandaskan pada komitmen yang kuat Pemda Bulungan dalam proses pembangunan lebih menonjolkan aspek kelestarian lingkungan.
“Ada komitmen yang kuat dari Pemda Bulungan dalam proses pembangunan akan lebih menonjolkan aspek kelestarian lingkungan. Namun tetap membuka akses ekonomi bagi masyarakat, dengan program TAKE konteks lingkungan dan ekonomi dapat berjalan beriringan,” tuturnya.
Selain TAKE, Pemda Bulungan juga memiliki kawasan Integrated Area Development (IAD) berbasis perhutanan sosial yang secara administrasi berada di 18 Desa dalam empat kecamatan terbentang dari Desa Antutan hingga Long Pelban seluas 568.182 hektare.
Usai menggelar pertemuan di Ruang Rapat Kantor Bupati tim World Bank melanjutkan kegiatan Focus Group Disccusion (FGD) bersama dengan perangkat daerah terkait, pemerintahan desa serta Non Governmental Organization (NGO) lingkungan di Ruang Pertemuan Hotel Luminor yang dibuka langsung oleh Sekda Risdianto.
Tim Bank Dunia selanjutnya, akan melakukan kunjungan lapangan di desa yang bersentuhan langsung dengan program TAKE dan melihat secara langsung implementasi program tersebut.
Menurutnya, dalam kehidupan kita memiliki tanggungjawab dalam menjaga kelestarian lingkungan. Agar anak cucu kita juga dapat merasakan kesempatan yang sama menikmati lingkungan yang baik bagi kehidupan. (*/wil/adv)












