Penajam

Tak Cukup Pembangunan Fisik, Sekda PPU: Program Strategis Juga Harus Siapkan Tenaga Profesional

409
×

Tak Cukup Pembangunan Fisik, Sekda PPU: Program Strategis Juga Harus Siapkan Tenaga Profesional

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Isu pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas sebagaimana disampaikan pandangan umum fraksi-fraksi pada rapat paripurna DPRD dalam agenda pembahasan Raperda RPJPD dan Nota Keuangan APBD Tahun Anggaran 2025, di gedung Paripurna DPRD PPU, Senin (11/11/2024) lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar mengatakan program-program tersebut memang ada di setiap tahunnya. Persentase anggarannya pun telah dialokasikan.

“Sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan memang mendapat advokasi kaitannya dengan besaran APBD, sekurang-kurangnya untuk pendidikan 20 persen dan kesehatan 14 persen,” ungkap Tohar.

Rampungnya RPJMD di tahun ini artinya program-program strategis akan masuk lagi di periode berikutnya.

“Yang bersifat rutin pasti terus-terusan. Namanya pendidikan dan kesehatan programnya berkelanjutan,” katanya.

“Untuk pembangunan infrastruktur kesehatan masih banyak sekian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) belum tuntas, lagi, Puskesmas Petung masih belum selesai bangunan fisiknya, untuk lantai 2 kita lanjutkan di tahun 2024,” paparnya.

Sama halnya dengan pendidikan. Pembangunan fisik saja masih belum mencukupi.

“Fisiknya ada, lalu bagaimana dengan tenaga kerjanya. Kesehatan kita, dari formasi CPNS kemarin tidak ada. kosong, kan celaka ini sumber daya manusianya di PPU,” katanya.

Meski begitu, pemerintah menggunakan pendekatan lain untuk menambal kebutuhan tenaga kesehatan, sambil menunggu penerimaan CPNS berikutnya.

“Kita mengalokasikan penggajian manakala memang harus kita support dengan cara outsourcing atau sistem tenaga kontrak,” Tuturnya.

Dari sekian ribu formasi CPNS 2024, PPU sama sekali tidak ada untuk kualifikasi dokter.

Menurutnya, pertama-tama karena fasilitas kota lebih mudah didapatkan. Kedua, dalam mengakses pekerjaan formalnya di hari kerja terkadang harus melakukan praktik sehingga memilih daerah yang padat penduduk.

“Tahun 2024 kita lakukan outsourcing, mau tidak mau. Banyak dokter tidak masuk, kita rekrut tenaga kontrak,” tutupnya.(TN01)