TITIKNOL.ID,PENAJAM – Mata Hasni (43) berkaca-kaca menahan tangis. Matanya terus melihat Deswita Aulia (4,5) tahun yang sedang diayun.
Duduk di atas kasur dalam kamar berukuran 2×3 meter itu, Hasni terus mengayun anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Sesekali ia berusaha menenangkan anaknya itu.
Sementara Deswita menutup matanya saat sedang diayun.
Sejak Januari lalu, warga RT 09 Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Paser Utara (PPU) ini mata kiri Deswita mulai bengkak dan kini bola matanya menjorok keluar.
Ali Marsono (42) ayah Deswita mengaku awalnya anaknya hanya sakit mata biasa.
Saat Desember lalu, mata anaknya merah dan setelah diobati akhirnya bisa sembuh.
Namun tak lama kemudian kembali merah dan kembali sembuh.
“Saya obati pakai ASI ibunya karena itu kan obat yang biasa diajarkan orangtua dan sembuh. Saya tidak pernah pakai obat tetes mata,” ujarnya.
Namun sejak Januari lalu lanjutnya, mata anaknya itu mulai merah dan berlahan-lahan membesar dan menjorok keluar.
Ia mengaku anaknya itu tidak merasakan sakit dan tetap bermain seperti biasa.
“Tapi keluar rumah saya larang karena takut nanti matanya terkena debu. Makanya main dalam rumah saja,” ujarnya.
Meski matanya menjorok keluar, Deswita lanjutnya, tetap normal melihat sama seperti mata sebelah kanannya.
Untuk memastikan sakit mata anaknya, Ali sudah beberapa kali membawa anaknya di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk diobati.
Terakhir, sudah diambil sampel untuk memastikan penyakit yang dialami Deswita.
“Dokter menduga-duga ini tumor. Tapi katanya nanti tanggal 20 Februari keluar hasilnya,” katanya.
Sementara itu, tim dari Polres Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (13/2/2025) kemarin langsung membawa Deswita ke RSUD Kanujoso untuk mendapatkan penanganan.
Ketua RT 09 Nipah-Nipah, Wahyu mengaku pihak Polres PPU membawa Deswita ke Balikpapan untuk segera mendapatkan penanganan.
“Langsung ditangani dan biaya ditanggung dari Polres PPU,” katanya. (Hasanuddin)












